Mitigasi Mewarnai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Warga yang Kebakaran

share on:
Bupati bantul Drs H Suharsono melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali rumah warga || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Mitigasi bencana berupa pemadaman kobaran api yang membakar rumahk mewarnai prosesi peletakan batu pertama pembangunan kembali rumah warga yang kebakaran, di Baturetno Banguntapan Bantul, Rabu (2/9/2020).

Rumah milik Edi Purnomo (48) dan seluruh isinya ludes akibat kebakaran yang terjadi pada 23 Agustus 2020. Akibat kebakaran, rumah beserta barang-barang yang ada di dalamnya ludes dan tinggal puing-puingnya saja.

Bupati Bantul Drs H Suharsono yang melakukan peletakan batu pertama pembangunann kembali rumah milik korban menyatakan keprihatinannya atas musibah tersebut.

“Saya ikut prihatin dan merasa kasihan terhadap Bapak Edi Punomo yang rumah dan seluruh isinya senilai Rp 800 juta hingga Rp 1 Miliar ludes habis terbakar,” kata Bupati dalam sambutannya.

Bupati yang pada kesempatan itu menyumbang 100 zak semen berharap jangan ada lagi kebakaran di Bantul. Untuk mewujudkan keamanan dan keteriban, maka budaya gotong royong dan kerukunan warga di Kabupaten Bantul harus selalu dijaga dan ditingkatkan.

Edi Purnomo selaku korban kebakaran rumah, menceriterakan kebakaran terjadi akibat pesawat TV yang meleledak. Ledakan memercikan api listrik yang langsung membakar gorden dan triplek yang ada. Api terus membesar serta membakar rumah dan peralatan soundsistem manpupun tenda yang sering disewakan. Api berhasil dipadamkan berkat bantuan warga dan petugas Damkar.

Menurutnya, apabila ditotal kerugiannya rumah sekitar Ro 200 juta dan peralatan sound system serta tenda Rp 800 juta. Kini untuk membangun kembali rumah ini ada bantuan dari berbagai pihak termasuk dari Suharsono 100 zak semen dan Lurah Baturetno Sarjoko berupa 50 zak semen.

“Saya sekeluarga menghaturkan terimakasih atas bantuan itu. Untuk sementara wakwa saya sekeluarga menempati rumah saudara yang ada di Kalangan,” tuturnya.

Sesaat sebelum peletakan batu pertama, dilangsungkan mitigasi bencana tentang teknik pemadaman kebakaran oleh BPBD Bantul diikuti masyarakat sekitarnya.

Menurut seorang anggota Fraksi PKS DPRD Bantul yang juga warga Kalangan, Agus Sofyan, budaya gotong royong di dusun ini masih kuat. Buktinya dalam memadamkan api dalam kebakaran rumah ini , warga kompak dalam memberikan pertolongan. Bahkan dalam pembagunan kembali rumah ini, warga juga berswadaya.

Belajar dari pengalaman, maka untuk mengupayakan agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat, di setiap desa perlu disediakan peralatan untuk pemadaman kebakaran.

“Ini bisa dilakukan dengan mempergunakan APBD (melalui perubahan anggaran) yang ada,” kata Agus seraya berharap agar sering dilakukan mitigasi bencana, sehingga masyarakat punya kesiapan ketika menghadapi kebakaran. (Supardi)  

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: