Ngatmombilung Kian Berkibar, Launching Album 'Mbarep' Disambut Antusias dan Bius Penggemar

share on:
Aksi panggung Ngatmombilung membius penonton, di Pyramid Bantul, Minggu (27/3/2022) malam || YP-Ismet NM Haris

PENTAS launching album perdana ‘Mbarep’ dari Band Ngatmombilung, di Panggung Pyramid, Bantul, Minggu (27/3/2022) malam disambut hangat para pandemen musik. Mereka sebagian besar adalah para penggemarnya yang selama ini lebih sering menikmatinya di kanal youtube.

Pementasan dalam rangka launching album ini semula akan digelar di Playon, Prawirotaman, Yogyakarta. Tapi karena terkendala izin maka tiga hari menjelang hari H diputuskan dialihkan ke Pyramid.

“Jadi intinya bahwa kami terkedala perizinan. Bersyukur bisa beroleh tempat akhirnya di Pyramid,” ujar Andru, salah satu personel Ngatmombilung saat tumpengan, di Playon Prawirotaman, Minggu (27/3/2022) sore.

Awang Pawastra sang vokalis || YP-ismet NM Haris

Demikianlah, meski pentas dialihkan di Pyramid yang berjarak 6 kilometer dari Kota Yogya tapi penonton tetap antusias menuju lokasi tersebut. Aksi panggung Ngatmombilung malam itu benar-benar sanggup membius penonton. Mereka tak pelak ikut menyanyi di setiap nomor yang dibawakan sang vokalis, Awang Pawastra. Lirik-lirik lagu dalam album ‘Mbarep’ tersebut sepertinya memang lekat di benak penggemar.

Maklum, Ngatmombilung cukup fenomenal. Grup awalnya dibidani tiga personel Andru Priyanta (bas), Awang Pawastra(vocal) dan Boris Sirait (rytem) dengan format vocal, gitar dan piano. Melahirkan sebuah lagu yang diadopsi dari celatu-celatu mereka di medsos. Tak lama kemudian menambahkan dua personel Ivan Lukito (melodi) dan Bagus Muhammad drum) sebagai additional player dengan format combo band. Meski dua personel yang belakangan berangkat dari dangdut, tapi Ngatmombilung tetap konsisten berada di jalur yang disebutnya Pop Slowly dan bertumpu pada kekuatan lirik maupun tema ; sakit hati, kepedihan galau, penyesalan.

“Kami lewat lagu menemani audien yang kategori galau,” ujar Andru, tersenyum.

Tumpengan menandai kelahiran album 'Mbarep', di Playon Prawirotaman, Minggu (27/3/2022) sore || YP-Ismet NM Haris

Ada satu proses penciptaan yang khas. Semua personel dilibatkan menyodorkan plot dari tema besar, masing-masing 20 persen. Kemudian dirangkum dan dicarikan notasinya. Lirik dan notasi yang sudah klop ini selanjutnya diaransemen oleh Bagus Muhammad. Hingga lahirlah album ‘Mbarep’ berisi 10 lagu, dua diantaranya merupakan hasil rearansemen.

Andru seluruh personel lainnya mengaku tak muluk-muluk untuk langkah kedepan pasca pentas launching, melainkan tetap bertekad melanjutkan berkarya dan berkarya.

“Kami belum punya gagasan untuk konser tunggal lagi. Dalam 2 bulan ke depan jeda kontemplasi, meskipun sesungguhnya sudah ada tawaran dari beberapa kampus di Yogya dan Semarang,” tukasnya.

Ia menyatakan masih akan mengandalkan pemasarannya melalui mitra MORE Vapor yang memiliki 60 outlet dengan kiat ‘Beli Vapor Bonus Album’ dan sebaliknya. (Met)

 


share on: