Operasional Truk Pengangkut Uruk Proyek Tol Dihentikan Sementara, Kenapa?

share on:
Kepala Dishub Sleman Arip Pramana || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), operasional armada truk pengangkut material tanah uruk untuk kepentingan proyek Jalan Tol Yogya-Solo, Yogya-Bandara YIA dan Yogya-Bawen Seksi 1 akan dihentikan sementara mulai 21 November 2023.

BACA JUGA: Simpul-simpul Relawan Anies Baswedan-Muhaimin Gelar Festival Kentongan, Juri Embi N Noer

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan kebijakan penghentian operasional truk tersebut merupakan hasil koordinasi dan kesepakatan yang dilakukan dengan pihak kontraktor pelaksana proyek tol, yakni PT Adhi Karya (Persero).

BACA JUGA: Kasus Dugaan Penggelapan Uang Perusahaan, Terdakwa Ajukan Saksi Ahli Akuntan Publik

“Hasil koordinasi dengan pengelola jalan Tol Yogya Solo, Yogya YIA termasuk Tol Yogya Bawen, 21 November sudah berhenti untuk pengangkutan material urukan, kebetulan kontraktornya sama dari Adhi Karya,” kata  Arip dalam Jumpa Pers di Lobi Kantor Bupati, Jumat (15/12/2023).

Dijelaskan, pada pengerjaan di ruas Tol Yogya-Solo Seksi 2, saat ini sedang mengerjakan di Jalan Ring Road Barat dari Kampus UTY ke barat sedang dilakukan pengaspalan untuk dua sisi dan penambahan di sisi timur Simpang Empat Kronggahan.

BACA JUGA: KPK Lelang Barang Rampasan Negara dan Eks Gratifikasi

“Kemudian yang di Yogya Bawen, untuk menghindari pemudik yang melintas Jalan Tempel-Klangon, nanti pintu bukaan di proyek akan dilakukan penutupan oleh pengelola Jalan Tol, terutama di wilayah Banyurejo,” jelas dia.

Fasilitas lain yang tengah dipersiapkan, berupa fasilitas penerangan jalan umum (PJU)  yang berada di 75 titik, diantaranya di jalan arteri di utara, barat dan bagian underpass Kentungan telah dilakukan perbaikan dan penggantian lampu oleh Balai Transportasi Darat Kelas III DIY. .

BACA JUGA: Kasad: Kemanunggalan TNI-Rakyat Kunci Keberhasilan Hadapi Tantangan

“Kami juga menambah 345 PJU ruas jalan tersebar di Kabupaten Sleman  untuk perubahan ini kami dapat alokasi tambahan pada 55 titik, sekitar 400 PJU yang kita tambah, disamping perbaikan yang rutin dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mendirikan Posko induk di Denggung, personel gabungan dengan Kepolisian, Satpol PP,  Dinas Kesehatan, dan PMI.

“Kemudian posko di Prambanan, dan di Amplas bergabung dengan Kepolisian,”imbuhnya. (Opo)

 

 

 


share on: