Yogyapos.com (SLEMAN) - Pameran gambar bertajuk 'Dari Merapi untuk Indonesia' resmi dibuka, di Tirta Kelapa Arts Space Glondong Purwobinangun Pakem, Sleman, Minggu (22/5/2022).
Pembukaan acara ini ditandai pemukulan kenthongan oleh Pengusaha Robby Kusumaharta didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Edy Winarya dan Pambudi Sulistio. Dimeriahkan Perfomance & Ekperimental Arts Gejog Lesung Nusantara pimpinan Abdon Zennen, berkolaborasi menggandeng Wahyu (keyboard), M Yanto (Basis), Sudiman (Solis dan pelukis) Surajaya (Penyair Internasional), Parni Atmoko (pelukis tunanetra) dan Mbah Boyong Selatan (Pemantra dan Pelukis) serta Cakrawala Budaya oleh, Prof Drs Suprapto Soedjono, Dr Timbul Raharjo MHum dan F Sigit Santoso.

Pengusaha Yogya Robby Kusumaharta membuka pameran dengan memukul kenthongan
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam sambutan yang dibacakan Panewu Pakem mengatakan, memberikan apresiasi dan terimakasih pada panitia penyelenggara. Pameran gambar ‘Dari Merapi untuk Indonesia’ menjadi sebuah mediator antara seniman dengan penikmat seni. Terlebih saat ini seni menjadi salah satu metode pendidikan melalui diharapkan dapat menggugah peka rasa, estetika serta karakter cinya budaya lokal. “Pameran kali ini Dari Merapi Unntuk Imdonesia tema sangat tepat jika dikolerasikan dengan akar budaya Sleman yang erat dengan keberadaan biokrasi memiliki kaitan erat dengan tradisi kearifan lokal y yang tumbuh di Sleman,” ujar Danang.
Menurutnya, kearifan lokal ini perlu dilestarikan serta diwariskan terus menerus dimasyarakat salah sstu cara melalui pameran seni yang disrlenggarakan Tirta Kelapa Arts Space ini. Melalui pameran ini dapat membangkitkan animo untuk menggali kebudayasn di Kabupaten Sleman.
“Melestarikan seni merupakan pekerjaan jangla panjang seyogianya memberikan pengenalan seni sejak usia dini,” tandasnya.

Sementara itu di tempat ssma Ketua Galeri tirta Kelapa Arts Space Pambudi Silistio mengungkapkan, pametan gambar Dari Merapi Untuk Indonesia setelah pandemi ini menjaga keutuhan ciptaan karena yang menjadi kearifan lokal maupun lokal jenius adalah kebudayaan yang salah sstunya kesenian ada tentang seni pendidikan, tradisi, kepercayaa dan pameran seni. Selain itu yang kedua memiliki semangat persaudaraan serta solidaritas.

Robby Kusumaharta dengan sejumlah pendukung pameran
Dikatakan, dalam pameran ini terdiri dari beberapa eksponen yang bergerak dibidang seni rupa dari difabel maupun teman-teman yang tidak mengalami atau mengenyam pendidikan perguruan tinggi.
"Jadi kami lebih kepada teman teman yang tersingkirkan memiliki kekurangan,” ungkapnya mengenai pameran yang melibatkan 45 seniman yakni 22 senimam rupa yang akan berlangsung hingga 31 Mei. (Agung DP)
