Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati (Wabub) Bantul, Joko Purnomo menyatakan, seni dan budaya dapat menjadi pemersatu bangsa karena di dalamnya tidak ada yang merasa paling benar.
“Menyatukan bangsa melalui agama sulit, karena masing-masing merasa yang paling benar,” ungkap Joko dalam sambutannya saat membuka pameran bertajuk 'Gumregah' hasil karya seni para alumni SMSR Yogyakarta/SMKN 3 Kasihan Bantul, di sekolah ini, Kamis (30/3/2022).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-109-perupa-perempuan-pameran-bersama-1797
Menurutnya, menyatukan bangsa dengan politik juga sulit, karena di dalamnya terjadi perebutan kekuasaan. Menyatukan bangsa dengan ekonomi juga sulit karena di dalamnya terjadi perebutan keuntungan.
Selama ini juga tidak pernah terjadi perebutan kekuasaan di kalangan para seniman. Mereka hanya menginginkan seni dan budaya hidup di tengah masyarakat.
Tentang SMSR sendiri sudah banyak berperan memberikan sumbangan berharga di bidang seni. Bahkan para alumninya juga banyak yang menjadi seniman besar dan terkenal serta memiliki hasil karya yang bagus.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pameran-lukis-solusi-di-ndalem-ngaji-drawing-dibuka-alex-luthfi-7043
Dengan demikian Bantul juga sudah banyak terbantu oleh SMSR dan para seniman alumninya. “Namun justru Pemkab Bantul belum bisa memberikan perhatian kepada SMSR yang sesuai dengan harapan. Rasanya malu juga nih,” tukas Joko, tersenyum.
Pameran diikuti oleh sekitar 300 alumni dan siswa SMSR. Acara pembukaan pameran dilanjutkan pemberian penghargaan kepada para siswa dari para alumni. (Spd)
