Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman DrsSri Purnomo melantik 13 orang pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) masa bakti Tahun 2020-2025, di RM Pringsewu, Senin(2/10/2020).
Pelantikan dhadiri Ketua LPM DIY KPH Notonegoro, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa Budiharjo serta seluruh pengurus LPM wilayah Kabupaten Sleman.
Sri Purnomo mengatakan, LPM yang merupakan mitra kerja Pemerintah nanti diharapkan bersinergi dengan baik membangun Kabupaten Sleman. Pembangunan yang selama kita kenal pembangunan gotong royong yang merupakan budaya ciri khas dari Kabupaten Sleman, dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya melibatkan masyarakat banyak akan bisa berhasil serta optimal manakala dilakukan bersama sama.
"Pembangunan berbasis gotong royong itu penting. Perlu ditingkatkan budaya gotong royong Terbukti dengan adanya pandemi Covid-19 pemerintah bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dengan adanya kelompok pendukung dan pemerintahan desa,” ungkapnya.
Sementara itu di tempat yang sama KPH Notonegoro, mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah LPM Kabupaten Sleman. Pengukuhan berdasarkan SK.No.01/DPD LPM DIY/1X/2020 tentang Susunan Personalia Pengurus Wilayah Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman masa bakti 2020-2025.
KPH Notonegoro mengunkapkan terima kasih kepada Kabupaten Sleman yang difasilutasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sehingga pelantikan bisa dilaksanakan dengan menggaris bawahi pesan dari Bupati, bahwa adanya LPM adalah pengejawantaan ide. Sebab yang namanya pembangunan itu tidak melulu tugas pemeerintah. Jadi tanggung jawab embung uban tidak hanya di pundak pemerintah.
“Kita semua punya tanggung g jawab untuk ikut membangun masyarakat dari pedesaan. Peranan LPM di desa lebih penting supaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, dan ini sesuai dengan budaya kita gotong royong swakarsa,swadaya dan keistimewaan yogya seperti itu.” tandasnya. (Agung DP)
