Yogyapos.com (SLEMAN) - Guna mengakomodir keluhan warga terimbas proses konstruksi Jalan Tol Jogja - Solo, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok, Sleman menyediakan ruang 'Posko Aduan' di komplek kantor setempat.
Plt Lurah Maguwoharjo Heri Santoso mengatakan pendirian posko aduan merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, khusus warga terdampak pembangunan di wilayah Maguwoharjo, namun kewenangan untuk menanggapi diserahkan kepada pihak terkait.
“Monggo bisa melakukan aduan ke posko, tapi kami tidak bisa mengampu secara utuh, tapi kalau ada yang sampai ke sini akan ditampung, nanti akan disampaikan kepada yang berkompeten,” ujar Heri, Rabu (11/9/2024).
Heri menandaskan, Pemkal sebatas menjadi penghubung warga dengan pihak terkait, baik PT Daya Mulia Turangga 9PT DMT) selalu kontraktor pelaksana, ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Jasa Marga.
“Kita hanya sebatas memfasilitasi, sudah kita sediakan ruangan yang jadi satu dengan ruang Babinsa,” sambungnya.
Seperti diketahui tahapan konstruksi Jalan Tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulonprogo Seksi II paket 2.1 segmen Purwomartani-Maguwoharjo telah dimulai.
Humas PT DMT proyek paket 2.1, Agung Murhandjanto, pelaksanaan sosialisasi tahapan konstruksi disampaikan kepada masyarakat lebih difokuskan terkait metode kerja.
“Setelah mendapat kontrak kerja dari JMJ ke PT DMT pada 21 Juni 2024, kita langsung bergerak untuk persiapan konstruksi,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, pekerjaan akan diawali dari arah TimurTimur yang bersinggungan dengan paket 1.2 di Purwomartani Kapanewon Kalasan. Konstruksi akan dibangun elevated (melayang) dengan total panjang mencapai 3,5 km dari titik awal sampai di sekitar Casa Grande.
"Konstruksi nanti ada empat segmen, tapi star dimulai dari arah timur yang memet dengan paket 1.2 di Purwomartani, bergerak ke arah Maguwoharjo, tidak ada pekerjaan penimbunan," jelasnya.
Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan meliput borpile, pile cap kolom dan pile head. Pihaknya berupaya meminimalisir dampak lingkungan, misalnya debu anti akan ada penyiraman menggunakan water tangki.
“Kemudian untuk lalu lintas akan disiapkan petugas pengatur untuk mengurangi kemacetan akibat keluar masuk kendaraan proyek,” sebut dia. (Opo)
