Pergelaran 'Gatotkaca Lahir' Disambut Gembira Warga

share on:
Pergelaran wayang kulit 'Gatotkaca Lahir' di Pendapa Pemda II Pemkab Bantul, Kamis (24/3/2022) malam || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Komda II Kabupaten Bantul menggelar wayang kulit perdana tahun 2022, di Pendapa Pemda II Pemkab Bantul, Kamis (24/3/2022) malam.

Pergelaran ini bagian dari program 15 titik di Bantul yang dilaksanakan selama tahun 2022, yang pembiayaannya menggunakan anggaran dari Danais (Dana Keistimewaan) DIY. Mengangkat lakon ‘Gatotkaca Lahir’, dalang Ki Aji Brojomusti asal Kajen Rt 01 Kalurahan Bagunjiwo Kasihan Kabupaten Bantul.

“Pergelaran budaya adiluhung ini dalam rangka pagelaran reguler yang anggtannya dari danais. Merupakan Pentas perdana tahun 2022 untuk di Bantul. Jatah di Bantul 2022 ada 15 titik,” kata Ketua Pepadi Komda II Bantul, Ki Janto SSn kepada yogyapos.com, di sela berlangsung pentas. 

Ia berharap pergelaran ini bisa sebagai sarana pelestarian wayag kulit, memajukan para dalang dan menghibur masyarakat dan memperkuat persaudaraan para dalang, pengrawit maupun waranggono.

Lakon ‘Gatotkaca Lahir’ ini  menyuguhkan kisah Prabu Nogo Pracono, melamar bidadari Dewi Gagar Mayang di Kayangan. Namun lamarannya ditolak oleh para dewa. Maka. Patih Sekipu (patih dari Nogo Pracono) ngamuk di Kahayangan berkenaan penolakan lamaran. 

“Patih Sekipu tidak ada yang mengalahkannya. Para dewa kalah semua. Saat itu Gatotkaca (Joko Tetuko) sedang dilahirkan oleh Arimbi,” katanya. 

Gatutkaca diambil oleh Dewa Narodo dan dimasukan ke kawah codrodimuko. Setelah itu Gatotkaca diajukan ke arena peperangan musuh Patih Sekipu. Alhasil Gatutkoco mengalahkan dan membunuh Patih Sekipu (raksasa) berkat kesaktiannya.

Pergelaran wayang kali ini juga didahului dengan penyeraahan Kartu Tanda Anggota Pepadi Bantul oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Bantul, Budi Sarjono kepada sejumlah dalang. (Spd)

 

 

 

 


share on: