Yogyapos.com (SLEMAN) - Nama grup kesenian ‘Sekar Rimba’ yang sedang naik daun akhir-akhir ini menimbulkan banyaknya pertanyaan bagi kaum awam yang belum pernah menyaksikan langsung pagelaran kesenian tersebut.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-festival-teater-sleman-berlangsung-selama-dua-hari-8231
Sekar Rimba merupakan grup kesenian topeng ireng yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Kesenian ini mampu mengkolaborasikan antara kesenian tradisional dengan lagu-lagu yang sedang viral saat ini seperti karya lagu dari Denny Caknan, Happy Asmara dan masih banyak lagi.
Semua merasa terlibat || YP-Ist
Bukan hanya tentang lagu-lagunya namun instrumen yang digunakan juga ada beberapa alat musik modern seperti keyboard dan gitar elektrik.
Topeng ireng sendiri merupakan kesenian tradisional yang berasal dari desa Tuk Songo Borobudur dan berkembang di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kesenian ini melibatkan musik tradisional dengan tarian, terdapat beberapa babak pada setiap kesenian topeng ireng ini digelar. Para penari menggunakan kostum yang khas dengan sentuhan pernak-pernik tradisional yang memvisualisasikan kesenian tersebut seperti, krincing yang digunakan pada kaki para penari sehingga menimbulkan suara. Warga Kulonprogo baik remaja hingga dewasa akhir-akhir ini sangat menyukai pagelaran seni tersebut.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-prof--yudiaryani-teater-alam-harus-berhasil-tapaki-ritus-transisi-8475
Warga kelurahan Banjarasri sering berbondong-bondong menyambangi pagelaran kesenian tersebut hampir setiap minggu dimanapun Sekar Rimba tersebut tampil.
Atraktif dan ekspresif || YP-Ist
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-teater-alam-dan-isi-yogya--pentaskan-lakon-pusaran-di-tby-702
Rizky Pratama (19 tahun) adalah salah satu dari banyaknya warga kelurahan Banjarasri yang menjadi penikmat kesenian ini yang juga selalu hadir pada pagelaran kesenian, mengatakan kesenian ini dapat melepas penat ditengah-tengah aktivitas kerja yang padat. “Apalagi ini adalah kesenian tradisional yang mengkolaborasikan musik daerah dengan modern, lagu-lagu yang dinyanyikan juga lagu-lagu kekinian, bisa tetap melestarikan kebudayaan sembari tetap menikmati alunan lagu yang selaras dengan selera anak muda,” ujarnya, baru-baru ini.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-saat-cinta-terkonfirmasi-di-pagi-yang-beningnya-teater-stemka-8600
Ternyata, alunan lagu yang dinyanyikan ini juga dapat menyita perhatian para kaum remaja untuk tetap dapat menikmati kesenian tradisional tersebut. Hal ini tentu dapat menjadi pandangan baru yang mungkin juga akan dapat diaplikasikan pada kesenian-kesenian lain guna menarik para remaja datang untuk menonton, mengingat tidak dapat dipungkiri, remaja saat ini kurang dapat menikmati kesenian tradisional karena banyaknya pilihan tontonan modern yang muncul saat ini. (Raden Akhsana, Mahasiswa ISI Yogyakarta)
