Yogyapos.com (SLEMAN) - Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus keracunan massal di Dusun Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel. Meski demikian penyelidikan terus berlangsung, dalam waktu dekat akan kembali mengundang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kemarin kita juga minta pemeriksaan BPOM, karena BPOM belum bisa hadir karena merek bilang masih cuti, jadi dalam minggu ini akan kita lakukan pemeriksaan, penjadwalan ulang,"kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian di Mapolresta Sleman, Kamis (17/4/2025).
BACA JUGA: Pengurus KONI DIY Dilantik, Ini Pesan Gubernur
Sementara terkait hasil pemeriksaan sample makanan tersebut yang dilakukan oleh Laboratorium Forensik Semarang, Jawa Tengah diduga ada yang mengadung bahan formalin
"Kalau hasil lab Semarang, dugaan ada Formalin, pokoknya mengandung formalin di beberapa sampel yang kita coba cek di lab Semarang, kalau yang kita periksa ini senyawa kimianya," ungkapnya
BACA JUGA: Ini Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Bantul yang Dirotasi Bupati
Sedangkan uji di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman yang diperiksa yakni tentang mikrobiologi. Maka teknis pengambilan sampel pun berbeda.
"Jadi pengambilan sampel mikrobiologi ini makin cepat makin bangus, tapi kalau senyawa kimia itu kapanpun bisa," sebutnya.
Guna pemeriksan lebih lanjut, Polisi telah meminta keterangan sebanyak 12 orang saksi, yang awalnya hanya 8 orang.
BACA JUGA: Lurah Condongcatur Apresiasi Kerja Panitia Pemilihan Pamong
"Saksi itu kemarin kan 8, ada penambahan menjadi 12 orang, dari unsur Dinkes, dari rumah sakit itu juga mintai keterangan," sambungnya.
Saat dikonfirmasi soal jenis menu makanan yang diduga menjadi sumber racun, termasuk calon tersangka, dirinya belum buka suara.
"Nanti dari hasil BPOM ini, langsung kita gelar, naik ke tahap penyidikan,"tandasnya.
BACA JUGA: Syawalan 'Suryo Ndadari' Dihadiri Bupati dan Ketua Dewan
Seperti diketahui, keracunan massal ini berawal ketika masyarakat seusai mengunjungi sebuah acara hajatan pada salah satu pedukuhan di Tempel, Sleman Sabtu (8/2/2025). Mereka menyantap menu yang dihidangkan di antaranya bakso, satai, siomay, es krim dan krecek serta sejumlah aneka minuman, sebagian besar mengeluhkan kondisi tubuh yang sama, yaitu mual, muntah, demam hingga diare. (Opo)
