Presiden Joko Widodo Semangati Pelaku UMKM Bantul agar Menjadi Pengusaha Sukses

share on:
Presiden Joko Widodo berdialog langsung dengan pelaku UMKM di di Lapangan Keyongan Sabdodad Bantul, Selasa (30/1/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong para pelaku UMKM untuk disiplin berwirausaha agar sukses menguatkan ekonomi keluarga dan bangsa.

“Pememerintah dalam memberikan dorongan guna membesarkan usaha UMK telah menyediakan program Permodalan Nasional Madani (PNM) yang diperuntukan bagi para pelaku UMKM,” ungkap Jokowi dihadapan ratusan pelaku UMKM, di Lapangan Keyongan Sabdodad Bantul, Selasa (30/1/2024).

BACA JUGA: Cak Imin Ajak Masyarakat Yogyakarta Antisipasi dan Lawan Kecurangan di Pilpres 2024

Presiden menyatakan, UMKM secara nasional terus berkembang. Indikasinya dapat dilihat pada jumlah nasabah dan nilai pinjaman PNM dari waktu kewaktu yang terus meningkat pesat.

“Pada tahun 2015/2016 nilai pinjaman per nasabah UMKM hanya Rp 400.000 per orang. Kini bertambah menjadi sekitar Rp 15.000.000 juta. Total realisasi pinjaman secara nasional pada tahun 2015/1016  hanya sekitar Rp 800 miliar. Kini naik menjadi sebesar Rp 237 Triliun,” sambungnya.

BACA JUGA: Kejati DIY Telusuri Indikasi Korupsi Dana Konsumsi Pelantikan KPPS di Sleman

Ia juga mengungkapkan, usaha UMKM kita sangat mampu berkompetisi dengan negara-negara lain. Alasannya kualitas dan desainya bagus. Namun harganya murah serta terjangkau konsumen.

“Saya tadi diluar  itu membeli celana batik ini. Harganya hanya Rp 15.000. Tas ini harganya hanya Rp 35.000. Padahal bahannya bagus dan desainnya bagus kan? Produk seperti ini, akan laku diekspor ke Afrika karena harganya murah. Sedangkan harga barang impor justru mahal,” sambungnya.

Gubernur DIY Sultan HB X memberikan sambutan || YP-Supardi

Menurutnya, jika para UMKM disiplin dan bersemangat kerja keras mengembangkan usaha, dipastikan yang yang masih kecil akan menjadi menengah dan meningkat lagi menjadi besar bahkan mampu menjadi eksportir.

BACA JUGA: Koalisi Pegiat HAM Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Pengadaan Snack KPPS di Sleman

“Hal itu semua sebagaimana yang pernah saya alami. Saya dulu pada tahun pertama di Solo Jateng menjual hasil produk secara eceran dan asongan. Namun tahun berikutnya menerima dan melayani pesanan. Di tahun ke tiga mampu mengekspor hasil produk mebel,” papar Jokowi.

Sebelum kunker ke Lapangan Keyongan, Presiden  juga kunker di Perum Bulog Sendangsari Pajangan Bantul untuk melakukan pertemuan dan dialog dengan para Keluarga Perima Manfaat  (KPM) bantuan pangan (beras)

“Saya berharap bantuan pangan menjadikan motivasi dan pendorong bagi masyarakat untuk berbudidaya pertanian demi ketahanan pangan nasional,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan pihaknya mengapresiasi penyaluran bantuan pangan (beras) ke masyarakat di Yogyakarta. 

Bantuan pangan yang diterima masyarakat Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Program beras Bantuan Pangan ini memberikan dampak yang signifikan untuk menahan laju kenaikan harga pangan pokok di tingkat konsumen. Dirinya pun menekankan bahwa program peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti Bantuan Pangan ini perlu dilanjutkan mengingat banyaknya manfaat yang diterima masyarakat.

“Saya mendukung adanya program bantuan pangan yang dilaksanakan oleh Bulog ini. Saya rasa ini sangat penting kehadirannya bagi masyarakat. Selain karena banyaknya masyarakat yang terbantu oleh program ini, juga dapat memberikan dampak yang signifikan untuk menahan laju kenaikan harga beras,” tandasnya.

BACA JUGA: Penyidik Lakukan Gelar Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Tapi Belum Ada Tersangka

Menanggapi pernyataan Sri Sultan, Presiden menyampaikan bahwa keberhasilan program pemerintah yang berbasis pada peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti beras bantuan pangan ini sudah semestinya menjadi perhatian khusus seluruh pihak yang terkait. 

Dirinya menegaskan bahwa Bantuan Pangan ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis pangan yang saat ini tengah melanda dunia.

“Saat ini di semua negara tengah dilanda oleh krisis pangan, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia. Oleh sebab itu, rakyat kita bantu dengan penyaluran beras Bantuan Pangan kepada 22 juta KPM. Dan ini sudah kita anggarkan agar dapat dilaksanakan sampai dengan bulan Juni nanti,” tegas Presiden. (Spd)


share on: