Protes Warga Memuncak, Desak Realisasi Pemindahan Ratusan Jasad Leluhur dari Makam Si Jambu

share on:
Protes warga di atas pusara leluhur || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejumlah ahli waris yang leluhurnya disemayamkan di Makam "Si Jambu" Padukuhan Bantulan, Kalurahan Margokaton, Seyegan, Sleman mendesak pemrakarsa proyek tol Jogja-Bawen seksi 1 segera memindahkannya. Mereka berdalih tanah urug jalan tol rawan longsor menimbun makam. 

Pantauan yogyapos.com di lokasi, di sisi utara makam berjarak sekitar 2 meter telah dilakukan pengurukan dengan ketinggian mencapai kurang lebih 3 meter sehingga lebih tinggi dari pagar makam, sementara tanah-tanah urug tersebut sebagai telah longsor ke arah area makam. 

Tak jauh dari lokasi makam, warga memasang penutup akses jalan menggunakan sejumlah bambu dan dipasangi poster-poster  salah satunya bertuliskan "MAKAM BERES PROYEK BOLEH DILANJUT". Menurut informasi yang dihimpun, pemasangan spanduk dilakukan warga sejak 9 Agustus. 

Terpaksa memblokade akses jalan menuju proyek || YP-Eko Purwono

Salah satu ahli waris, Satriyo (36) mengatakan pada dasarnya permasalahan dengan proyek tol adalah keresahan warga lantaran ada penimbunan pada area pinggir makam yang sudah meninggi. 

“Takutnya jika ada sesuatu yang tidak diinginkan bisa longsor dan menimbun makam dan warga meminta segera dilakukan relokasi makam,” ujar Satriyo kepada wartawan di lokasi makam, Selasa (20/8/2024). 

Satriyo mengungkapkan, di makam tersebut telah dimakamkan sebanyak 374 leluhur warga Bantulan. Proyek tol telah melakukan penimbunan sekitar 1 sampai 2 bulan lalu. 

“Karena timbunan semakin tinggi dan jarak yang sangat dekat dengan makam, pada 9 Agustus kemarin warga menyetop paksa proses pembangunan tol di sekitar makam dengan kami pasang penutup jalan akses ke sekitar makam,” sebutnya.

Satriyo menuturkan, sempat menerima informasi bahwa pihak pemrakarsa tol akan memberikan dana Rp 5 juta per makam untuk biaya pemindahan jasad. Warga sempat bertemu dengan para pihak yang difasilitasi pihak kalurahan.

Dan saat ini sudah disediakan lahan pengganti yang rencananya akan digunakan untuk merelokasi makam yang terletak sekitar 200 meter dari makam atau lahan bekas kandang kelompok yang merupakan tanah kas desa. 

“Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan proses relokasi itu akan dilaksanakan maka saat ini masih kita setop paksa proses pengurukannya,” tandas dia. 

Ahli waris lain, Tukimin (82) menjelaskan bahwa di makam ini ada leluhur cikal bakal warga Bantulan yakni Ki dan Nyai Si Jambu. Luas makan sekitar 1.500 meter persegi seluruhnya terdampak proyek tol. 

“Di makam ini juga leluhur kami, ada Mbah Si Jambu, Ki dan Nyai,” kata Tukimin sembari menunjukkan tempatnya. 

Kekhawatiran makin bertambah jika sewaktu-waktu terjadi hujan. “Itu kan ada timbunan kalau nanti ada hujan maka bisa longsor, makam tertimbun,” ungkapnya.

Sedangkan pihak Kalurahan Margokaton diwakili Jogoboyo, Didik Harjunadi, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat ke Jasa Marga terkait dengan relokasi Makam Si Jambu. Saat ini sudah didapatkan tanah pengganti, yakni tanah kalurahan yang kini sedang dimanfaatkan sebagai kandang ternak oleh kelompok masyarakat.

“Tanggal 14 Agustus kalurahan mengajukan proposal dan membuka rekening untuk pemindahan kandang. Tinggal menunggu pencairan pemindahan kandang, kalau pencairan pemindahan kandang itu sudah, terus kemudian lahannya disiapkan, baru bisa untuk pemindahan makam,”sebut Didik. 

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja - Bawen Seksi 1 Dian Ardiyansyah, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya menyarankan untuk langsung PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang memiliki kewenangan terkait makam. di Bantulan. 

“Menurut info, sekarang dari pihak BUJT sedang proses pemindahan kandang sapi yg ada di atas tanah pengganti makam Bantulan. Setelah selesai pemindahan ternak, baru diproses untuk penimbunan dan lain-lainnya,” jelas Dian. 

Sementara pihak PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) belum memberikan pernyataan apapun, ketika para wartawan mencoba menghubungi Direktur dan Humas belum memberikan respon. (Opo) 

 

 


share on: