Refleksi Akhir Tahun, Aktivis Menilai KPU Paling Fair Jika Diisi Perwakilan Parpol

share on:
Suasana diskusi Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA) di Rumah Paniis, Kampung Setu Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022) lalu || YP-Ist

Yogyapos.com (BEKASI) - Aktivis Moh Jumhur Hidayat menilai anggota KPU paling jurdil adalah ketika diisi oleh perwakilan partai. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-danlanud-adisutjipto-pimpin-apel-luar-biasa-tahun-2023-9338

“Jujur saja itu gak ada yang fair (KPU-red) selain kalau anggotanya perwakilan partai politik,” ujar Jumhur Hidayat dalam Gathering dan Refleksi Akhir tahun Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA) di Rumah Paniis, Kampung Setu Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022) lalu.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-fachry-ali-cetakan-terakhir-republika-sebuah-refleksi--9333

Menurut Jumhur usulan agar KPU bisa diisi oleh perwakilan partai agar lebih jurdil bisa menjadi salah satu resolusi disamping masalah politik lainnya. 

Jumhur menyatakan reformasi  bahwa reformasi tidak berjalan sebagaimana diharapkan para penggagasnya yakni para aktivis lintas angkatan. Menurutnya, penghianatan terhadap reformasi harus diluruskan. Terutama penyusunan Undang Undang dan peraturan yang melenceng UUD 45. “Permasalahan pada pelaksanaannya bukan pada amandemennya,” ujar Ketua Umum KSPSI ini. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-catatan-akhir-tahun-jcw-memprihatinkan-masih-banyak-vonis-ringan-kasus-korupsi-9335

Ia mengusulkan agar aktivis membuat resolusi dan menekan MPR dan Pimpinan. Partai agar mengembalikan esensi dan meluruskan arah reformasi. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-danrem-072pmk-berikan-jam-komandan-di-awal-tahun-9340

Sementara itu aktivis Paskah Irianto menilai melencengnya reformasi terjadi setelah amandemen ke2.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-ambarketawang-saat-pangeran-mangkubumi-mencium-keharuman-di-cakrawala--9332

“Amandemen pertama untuk pembatasan kekuasaan. Dengan dasar yurisprudensi kemudian muncul amandemen ke2, 3 dan seterusnya yang sangat merugikan kita kita yang ingin berjuang untuk demokrasi,” ujar Paskah. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-jalan-dan-talud-rusak-berat-warga-terkendala-keluar-masuk-desa-wisata--9337

Menurut dia, ketatanegaraan kita saat sudah porak poranda sehingga dibutuhkan kesadaran berkonstitusi dan kesadaran berdemokrasi 

Gathering aktivis mengangkat tema Merajut Keberanian dan Persaudaraan dihadiri sekitar 70 aktivis lintas angkatan. 

Ketua Pelaksana Gathering JALA, In'Am El Mustofa menyatakan reformasi sudah berubah menjadi deformasi. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-sppt-pbbp2-sleman-tembus-rp-95321-miliar-9339

“Reformasi yang sejak awal gagal mengagendakan perubahan kini justru telah menjadi deformasi atau proses penghancuran sendi-sendi ketatanegaraan,” ujar In'am.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-2023-banjir-melanda-sejumlah-wilayah-di-pantura-jateng-9331

Aktivis 78 Indro Tjahyono yang menjadi tuan rumah mengingatkan aktivis adalah modal sosial negara. “Di negara negara besar menurut Indro banyak sekali aktivis yang duduk dalam pemerintahan.Tapi bukan aktivis yang nagih nagih kekuasaan, tapi aktivis yang berjuang untuk kekuasaan,” ujarnya. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-partai-ummat-lolos-verifikasi-berhak-ikut-pemilu-2024-9318

Menurut Indro Tjahyono aktivis harus terus berbuat sesuatu dan berjuang tanpa kompromi untuk memperjuangkan kebenaran. Ia mengingatkan agar aktivis tidak hanya berkutat pada perjuangan melalui medsos. (Tha)

 


share on: