Yogyapos.com (SLEMAN) - Kenaikan status Gunung Merapi dari waspada (level II) ke Siaga (level III) menjadi suatu hal yang patut diantisipasi, baik oleh pemerintah maupun pihak–pihak terkait.
Mensikapi kondisi tersebut sejumlah relawan yang terhimpun dalam komunitas Jogja Magelang Elektronik (JME) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, Minggu (15/11/2020) bertempat di komplek Kolam Renang ‘Tirta Bangunkerto” Jalan Turi-Tempel Kelurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.
Menurut Nirmadi selaku Koordinator Lapangan (Korlap) JME, apel kesiapsiagaan dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung kesiapan antisipasi dampak bencana Gunung Merapi, bentuk kesiapan baik personel maupun fasilitas pendukung.
“Personel yang berjumlah sekitar 300 orang sudah siap semua, selain juga telah dipersiapan kelengkapan yang kita miliki. Selain itu dukungan kepada balai desa-balai desa sebagai penyangga atau penerima saudarasaudara kita dari lereng Merapi yang mengungsi,” terang Nirmadi kepada yogjapos.com, disela apel.
Target penanganan, kata dia, meliputi 2 wilayah yakni Kabupaten Magelang Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman DIY, wilayah terdekat dengan lereng Gunung Merapi menjadi prioritas. ”Di Sleman seperti di wilayah Kapanewon Turi dan wilayah Salam Magelang,” rinci dia.
Nirmadi berharap, keberadaan relawan JME ditengah bencana ini dapat membantu dan meringankan beban warga yang terpaksa harus dievakuasi dari lokasi yang rawan bencana Merapi. ”Pada intinya kami melakukan bakti sosial dengan tujuan membantu masyarakat, kami siap setiap saat bila memang dibutuhkan masyarakat dalam penanganan bencana ataupun jenis kegiatan sosial yang lain,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Balai Penyelidikan dn Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida telah menaikan status Guning Merapi dari waspada (level II) menjadi Siaga (level III) mulai berlaku pada 5 November 2020 pukul 12.00 WIB. (Eko Purwono)
