Yogyapos.com (BANTUL) - Angtota DPR RI Fraksi Golkar dapil DIY Drs H Gandung Pardiman MM dan Bupati Bantul Drs H Suharsono menyambangi para petani Tirtoargo Kretek Bantul. Keduanya memberikan sosuli kepada petani terkait dengan pemutusan irigasi ke daerah tersebut.
Diketahui beberapa hari lalu para petani resah dan menolak rencana pemutusan aliran irigasi. Mereka berharap agar pemutusannya diundur waktunya selama 15 hari agar tetap mendapatkan irigasi sehingga tidak gagal panen. Dam (Bendung) Kamijoro sendiri adalah irigasi peninggalan Penjajahan Belanda untuk mengalirkan air Sungai Progo dari Pajangan untuk memberikan irigasi ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Kretek, dan Sanden.
“Saya bersama teman-teman Golkar dan Bapak Suharsono hanya berharap jangan sampai para petani di Kretek dan Sanden mengalami gagal panen hanya karena tidak mendapatkan irigasi. Maka kali ini sengaja menyambangi kesini untuk memberikan solisinya,” kata Gandung Pardiman, pada Kunjungan Daerah Pemilihan Reses Peroranngan DPR RI, di Tirtoargo Bantul, Senin (31/8/2020).
Pada kesempatan ini, Gandunng memberikan bantuan sejumlah perangkat peralatan pertanian penyemprotan hama kepada kelompok tani Tirtoargo. Selain itu juga memberikan bantuan uang Rp 10 juta untuk piket para petani dalam pengawalan dan pengaturan air ke Kretek melalui irigasi Sungai Bedog dan Wongo ke Tirtoargo. Bantuan diterima oleh para pertani melalui Ketua Kelompok Tani Asih Tirtoarto, Subawa SPd.
Sementara itu, salah seorang Koordinator Irigasi di Wilayah Bantul dari PUPR DIY, Antoni Primer dalam penjelasannya menyatakan, pengerjaan pemutusan aliran irigasi Kamijoro terpkasa tidak ada penundaan waktu dan tetap akan dilaksanakan selama dua bulan per 31 September 2020.
Alasanannya, bila aliran irigasi Kamijoro tetap dialirkan (tidak diputus) maka pengerjaan proyek terganggu dan beresiko besar. “Kami terpaksa tetap memutus irigasi itu, karena diyakini apabila tetap dialirkan akan menimbulkan efek yaitu diantaranya longsor di daerah Sendangsari," kata Antoni Primer.
Menurutnya, meski itu tetap dilakukan pemutusan, namun irigasi di Tirtoargo tetap bisa didapat. Ini bisa melalui Irigasi sungai lainnya yaitu Bedog dan Winongo. Namun itu perlu pengaturan dan pengawalan yang baik tentang jadwalnya.
Sedangkan Ketua Kelompok Tani Asih Tirtoargo Kretek, Subawa SPd, mengatakan karena irigasi tetap bisa diperoleh, maka pihaknya akan melakukan pengawalan pengaturan irigasi melalu Sungai Bedog dan Winongo.
Pada.kesempatan Bupati Bantul Drs H Suharsono, dalam sambutannya mengatakan pihaknya tetap akan mengawal dan berupaya agar para petani tetap bisa bekerja dan tercukupi irigasinya.
"Saya sebagai bapaknya wong Bantul, ya harus tahu anak polah bopo kepradah. Harus memenuhi harapan warganya. Maka pembangunan jalan juga akan dilakukan," kata Suharsono.
Pada kesempatan sama, para petani menyampaikan surat permohonan tentang penguduran penutupan Bendung Kamijoro. Surat disampaikan kepada Gandung Pardiman dilanjutkan ke Suharsono.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Bantul, Teguh Santoso SE ketika dimintai komentar mengatakan, pihaknya berterima kasih dan menanggapi positif terhadap solusi yang telah dilakukan oleh Gandung Pardiman Bupati Suharsono.
Acara ini juga dihadiri oleh para pengurus DPD Partai dan anggota DPRD Golkar Bantul dan DIY. Tampak diantara mereka Teguh Santoso SE, Heru Sudibyo SSos,MM, Suryono, Arni W dan Widodo, Agus Subagyo, Erwin Nizar dan Suwardi. (Supardi)
