Yogyapos.com (YOGYA) – Unjurasa menolak revisi UU Pilkada 2024 pecah di Kota Pergerakan dan Pelajar Yogyakarta, dilakukan oleh ribuan massa dari berbagai eleman masyarakat dan mahasiswa.
Mereka bergerak dari titik kumpul area Parkir Abubakar Ali di ujung utara Jalan Malioboro, pukul 09.45, mengusung spanduk dan pamlet, berjalan melewati Gedung DPR.
Orasi bergilir di tengah sengatan matahari || YP-Ismet NM Haris
Kecaman demi kecaman disuarakan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sasaran utamanya. Sebuah spanduk jumbo terbentang bertulis ‘Hacurkan dan Adili Rezim Jokowi’ mengiringi pergerakan mobil komando pikup.
Walau jumlah mereka terbilang banyak dibandingkan dengan unjukrasa sebelumnya selama kepemimpinan Jokowi, namun kondisi di lapangan tetap kondusif.
Kapolresta Yogya, Kombes Pol Aditya Surya Dharma SIK MH || YP-Ismet NM Haris
Pantauan yogyapos.com, Jalan Malioboro bagai wilayah spesial untuk perlintasan para demonstran. Akses menuju jalan tersebut tertutup bagi kendaraan atau lalulintas seperti biasanya. Sedangkan toko-toko tetap buka, demikian pula hotel.
“Para politisi di Senayan harus berpihak kepada kami, tak menganulir putusan MK,” seru pengunjurasa.
Sebagian pengunjurasa duduk dari kejauhan mimbar sembari menyimak orasi || YP-Ismet NM Haris
Apa yang diserukannya itu merupakan upaya keras setelah Baleg DPR disebut-sebut menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pemilihan kepada daerah, yang berisiko pada pembangkangan konstitusi dan merusak demokrasi demi ambisi Jokowi melanjutkan kepentingan pribadi maupun keluarganya.
“Makzulkan Jokowi!” teriak pengunjukrasa dari atas mobil komando.
Pergerakan massa melewati sepanjang Jalan Malioboro
Pergerakan massa akhirnya memang memusat di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Terik matahari di pukul 14.00 tak menyurutkan mereka bergiliran orasi. Hampir semua wakil elemen masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan ini naik mimbar mobil komando. Sedangkan aparat kepolisian konsentrasi melakukan pengamanan. Tampak pula Kapolresta Yogya, Kombes Pol Aditya Surya Dharma SIK MH turun langsung di sisi kerumunan massa.
Kontroversi IKN pun diangkat dalam aksi unjukrasa
Unjukrasa berlangsung kondusif hingga sore menjelang. Meski akhirnya membubarkan diri secara tertib, namun di ujung perjuangan mereka mennegakkan konstitusi dan demokrasi dinyatakan akan kembali berlanjut, terutama dalam melawan ambisi kekuasaann Jokowi yang menabrak konstitusi maupun demokrasi. (Met)
