Yogyapos.com (BANTUL) - Dalang asal Sanden Kabupaten Bantul, Ki Geter Pamuji berpentas membeberkan lakon Babat Puro Marto. Tontonan (hiburan) yang sekaligus memuat tuntunan untuk masyarakat Bantul digelar dalam rangka memperingati HUT Bantul, di Lapangan Paseban, Sabtu (16/7/2022) malam.
Dalam kesempatan ini Ki Geter Pamuji berasama crew (wiyogo/pengiring) dalang Ki Seno Nugroho (alm) juga diiringi oleh para wiyogo dan sinden/waranggono Ki Seno Nugroho.
Pementasan wayang kulit ini terbilang meriah, disaksikan ribuan penonton warga maupun pejabat di lingkungan Pemkab Bantul. Tampak diantaranya Sekda Bantul, Helmi Jamhari yang sekaligus memberikan sambutan mewakili Bupati H Abdul Halim Muslih.
“Pentas wayang kulit ini sebagai salah satu agenda HUT ke-191 Kabupaten Bantul.
Pemkab Bantul belum mampu memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan masyarakat karena banyak hal. Namun akan berupaya memberikan pelayanan dengan sebaik baiknya,” kata Helmi.
Menurut dia, untuk memajukan Bantul semua pihak diharapkan memperkuat gotong royong. Termasuk wayangan ini juga terlaksana berkat kerjasama antara Pemkab Bantul dengan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Harapannya kesenian adiluhung ini untuk menghibur dan mengajak untuk membangun warga Bantul khususnya,” kata Helmi.
Pada kesempatan ini serah terima tokoh wayang Bratoseno (Bimo) dilakukan oleh pejabat dari Kementrian, Dr Sigit Mustofa MM dan Helmi Jamharis kepada Ki Geter.
Sinopsis secara singkat lakon Babat/Bangun Puro Marto adalah perjuangan Pandawa terutama Brotoseno dalam mewujudkan negara yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja (makmur).
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Istirul Widilastuti, pentas wayang ini juga dimaksudkan untuk sosialisasi transmigrasi melalui bintang tamu Dalijo, waranghono dan wiyogo. (Spd)
