SETELAH menggantung selama 3 tahun, film Rio The Survivor (RTS) akhir bisa tayang di bioskop. Sejumlah crew film dan para pemain merayakannya dengan nonton bareng di Empire XXI pada Kamis (31/3/2022). Acara tersebut sekaligus menjadi ajang reuni, karena semenjak pandemi mereka nyaris tak pernah berkumpul bersama.
Meski paska produksi para crew dan para pemain tak pernah bertemu secara fisik, namun RTS justru melanglang buana di beberapa ajang Festival Film Internasional. Tercatat RTS berhasil menyabet 19 penghargaan Internasional dan 5 kali masuk sebagai nominasi Festival Film Internasional
Yudhi Oktav selaku penulis cerita dan sutradara RTS menjelaskan, salah satu faktor yang membuat RTS panen penghargaan karena film ini mengemban misi sosial dan pesan moral yang sangat dalam. Hal itu terbukti dengan banyaknya apreasi para kritikus film terhadap film ini.
“Bahkan Festival Film besar sekelas Cannes Film Festival Perancis juga respek terhadap film ini,” ujar Yudhi kepada wartawan di Yogya beberapa saat sebelum penutaran perdana film ini.
Yudhi mengatakan, RTS merupakan film yang terinspirasi dari sebuah kisah nyata. Namun, kisah ini diramu dengan berbagai aspek sosial lain sehingga kisah film ini menjadi relatif bervariasi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Syair Untuk Sahabat Saif Atsalis menyampaikan, selain sebagai media hiburan film RTS ini juga menjadi media penyadaran atas masih banyaknya stigma negatif terhadap para penyintas HIV. Oleh karena itu, film yang sangat kental dengan nilai edukasi ini sangat layak disaksikan oleh para anggota keluarga.
“Semoga hadirnya film ini bisa mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap para penyintas HIV/AIDS,” ujar Saif.
Film RTS berkisah tentang seorang anak bernama Rio (Raditya Evandra) yang berjuang melawan diskrimisasi lingkungan sosial akibat mengidap HIV. Padahal Rio merupakan anak yang cerdas dan bersahabat. Dia tinggal bersama neneknya yang berprofesi sebagai penjual gorengan. Hanya saja, pada saat lingkungan mengetahui kalau dirinya mengidap HIV, lingkungan sekitar menolak dan mengacuhkannya.
Film ini menjadi menarik, karena melibatkan mantan pemain Timnas Bambang Pamungkas dan Gitaris Slank Ridho Hafiedz yang bertindak sebagai musik director. Sementara untuk soundtrack film melibatkan God Bless, /Rif, Kausa Band dan Jikunsprain.
Terlepas dari kesemua itu, hadirnya RTS di layar bioskop menghadapi tantangan besar untuk meruntuhkan mitos bahwa film yang banjir penghargaan di Festival Internasional juga masih nyaman untuk ditonton. (*/Sulistyawan Ds)
