Sapi-sapi Diungsikan Demi Keselamatan, Warga Merumput di Kejauhan 8 Kilometer

share on:
Armada bantuan pengangkut rumput siaga setiap pagi di tiga titik tempat merumput warga || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menfasilitasi sarana transportasi dan personel untuk pengangkutan rumput pakan ternak di kandang komunal, di Banjarsari, Sleman.

“Kami hanya membantu sarana pengangkutannya. Untuk pakan ternak tetap warga sendiri yang merumput di daerah atas,” ujat Nanang Danardono, salah satu petugas Piket Posko Penanganan Ternak kepada yogyapos.com di kandang pengungsian Banjarsari, Jumat (4/12/2020).

Diketahui, terjadi evakuasi sejumlah hewan ternak sapi milik warga Padukuhan Kalitengah Lor, Kelurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Evakuasi ini dilakukan ke kandang komunal atau kandang penampungan, menyusul meningkatnya aktivitas gunung Merapi yang kini dalam status Siaga (Level III).

Evakuasi menimbulkan konsekuensi, pemilik ternak tetap harus mencukupi pakan hewan ternaknya walau lokasi merumput dan shelter cukup jauh, yakni 8 kilometer. Maka untuk mendukung evakuasi ini, DPPP dan beberapa relawan menyediakan alat angkut untuk memudahkan dan mempercepat pengangkutan. Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam sehari.

Nanang mengatakan, jadwal pengangkutan dilakukan setiap pagi. Sehingga Tim DPPP Sleman siaga setiap hari dengan dukungan relawan, menerjunkan personel dan armada mobil berjumlah 2  hingga 3 unit.

”Kami naik kemudian membawa rumput ke tempat yang berada di tiga lokasi yaitu Kandang Banjarsari, Singlar dan di Gading. 1 unit armada bisa naik 2–3 kali sehari, sedangkan kendaraan dari relawan berjumlah 1 hingga 2 unit disesuaikan kebutuhan,” katanya.

Lanjutnya, khusus di shelter Banjarsari dapat menampung sekitar 200 ekor sapi. Minat masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri cukup kuat, DPPP hanya menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung untuk pengangkutan.

Perwita, warga RT 01 RW 19 mengaku senang dengan langkah yang ditempuh pemerintah yang segera memerintahkan untuk memindahkan hewan ternak begitu status Gunung Merapi menjadi Level III. ”Saat erupsi tahun 2010 tidak ada perintah untuk mengevakuasi hewan ternak, makanya banyak yang mati kena material Merapi. Tapi kali ini pemerintah sudah bagus, segera memerintahkan evakuasi,” ungkapnya.

Padukuhan Kalitengah Lor ini letaknya hanya berjarak sekitar 4,5 km dari puncak Gunung Merapi, merupakan salah satu wilayah Kelurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan paling utara. Sedangkan di ujung utara padukuhan terdapat obyek wisata Bukit Klangon yang berjarak hanya 4,2 km dari puncak Merapi. (Eko Purwono)

 

 

 

 


share on: