Senin, Festival Purbakala ke-IV Dipusatkan di Kampung Jayapranan

share on:
Sigit Sugito || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Gelaran Festival Purbakala ke-IV yang dipusatkan di Kotadede mengusung tema ‘Jayapranan Kampung Tua Di Kotagede’ akan dihelat pada Senin (13/6/2022).

Jayapranan tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan Kotadede yang menjadi cikal bakal berdirinya Keraton Mataram Islam. Sebagai Kampung tua, Jayapranan menjadi artefak penting bagi kalangam akademisi dan masyarakat pemerhati warisan budaya.

HM Satriya Wibawa sebagai Direktur Program Festival Purbakala ke-IV menjelaskan, kegiatan ini akan menjadikan Jayapranan sebagai pusat kegiatan Festival. Pemilihan tema ‘Jayapranan Kampung Tua Di Kotagede’ lebih didasari atas keprihatinan segenap warga pemerhati warisan budaya atas tidak terurusnya warisan situs yang berupa "benteng" Keraton Mataram Islam yang berada di wilayah Kotagede, dan berbagai benda peninggalan sejarah masa lalu.

Penyelenggaraan Festival Purbakala yang dilaksanakan di Kampung Jayaptanan diharapkan akan menjadikan perhatian bagi pengampu kebijakan yang berkaitan dengan benda cagar budaya, dan seteakholder yang memiliki konsen terhadap benda warisan budaya.

“Dengan diangkatnya tema Jayapranan Kampung Tua Di Kotagede, masyarakat juga menjadi paham tentang wilayahnya yang memiliki sejarah yang berkaitan dengan cikal bakal Kraton Ngayogyokarta Hadiningrat yang masih berdiri hingga saat ini,” katanya, Sabtu (11//2022).

Berbagai acara telah disiapkan oleh panitia, diantaranya diskusi tentang Jayapranan sebagai Kampung tua di Kotagede dengan nara sumber Prof Dr Inajati Adrisijanti, pakar arkeologi yang akan mengupas Kotagede dan Kampung Tua Jayapranan dalam perspektif arkeologi, dan Pamuji Raharjo MPA, yang akan berbicara dalam perspektif kebijakan, atas keberadaan Kotagede dan Kampung Jayapranan.

Sementara itu pegiat seni-budaya Sigit Sugito menjelaskan, acara pada Senin mendatang itu juga akan menampilkan kesenian dari Kampung Jayapranan yang berupa Sholawatan Sultan Agungan, serta Siteran.

“Pada Festival kali ini, panitia juga akan menerbitkan antalogi puisi yang diberi tajuk Situs dan Artefak, kumpulan puisi Situs dan Artefak menjadi sangat istimewa karena diikuti oleh para penyair dari seluruh nusantara. Buku antalogi puisi Situs dan Artefak dikuratori oleh Marwanto, penyair dan juga ketua Lumbung Aksara Kulonprogo,” paparnya.

Masih dalam rangka memperingati Hari Purbakala, yang jatuh pada bulan Juni tahun 2022, panitia juga akan mengadakan pembacaan puisi yang diambil dari buku antologi puisi Situs dan Artefak di salah satu situs candi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembacaan puisi tersebut direncanakan akan menghadirkan Dirjend Kebudayaan Republik Indonesia Bpk Hilmar Fariid, dan beberapa pejabat yang menjadi pemangku kepentingan keberadaan benda cagar budaya. (*/Met)

 

 


share on: