Yogyapos.com (SLEMAN) - Ketua PMI Sleman Sunartono mengatakan, kebutuhan darah PMI Sleman per hari berkisar 60-70 kantong atau 2.000 kantong per bulan. Sejak sebulan terakhir ini kebutuhan tersebut mengalami peningkatan.
“Biasanya rata-rata kebutuhan darah antara 60-70 setiap hari. Namun sejak sebulan terakhir ini permintaan masyarakat meningkat menjadi 100 kantong per hari atau sekitar 3,000 kantong per bulan,” tandas Sunartono disela-sela dalam Musyawarah Kerja PMI Sleman, di Graha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Sleman, Rabu (10/1/2024).
BACA JUGA: Sleman Masih Butuh 1.000 Kantong Darah Setiap Bulan, Ini yang Dilakukan PMI
Berdasarkan data, PMI Sleman masih kekurangan darah sekitar 1.000 kantong per bulan dan ini menjadi tantanga. Sehingga untuk mencukupi permintaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, PMI Sleman harus mendatangkan kantong darah dari luar daerah. Karena stok darah di PMI Sleman tidak mencukupi dan fenomena ini tidak secara pasti, penyebabnya diduga karena adanya pengaruh faktor perkembangan teknologi kedokteran.
BACA JUGA: Dr Iwan Setyawan SH MH: Ganjar 'Mengunci' Prabowo dengan Data
“Seperti harapan hidup orang berpenyakit menular dapat diperpanjang dengan sokongan transfusi darah,” ujarnya.
Para penerima rewad || YP-Agung Dwi Purwanto
Sunartono juga menyampaikan untuk memenuhi permintaan masyarakat, PMI Sleman berupaya dengan melakukandroping kantong darah dari luar daerah. Bahkan hingga menjangkau wilayah Purworejo, Semarang, Surabaya dan Banyumas. Meski begitu, mendatangkan darah dari luar Sleman hanya menjadi langkah alternatif jika memang stok darah tidak mencukupi.
BACA JUGA: PDIP Bantul Sosialisasikan Tema 'Satyam Eva Jayate' di Sebelas Titik
PMI Sleman terus berupaya melakukan intensifikasi penyuluhan serta pendekatan kepada komunitas masyarakat trrutama kaum muda. Disisi lain juga merasa bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Sleman telah menjamin warganya yang membutuhkan darah secara gratis.
“Saat ini kami sudah masuk ke beberapa perguruan tinggi. Harapannya bisa menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap kegiatan donor darah,” terangnya. (Agn)
