Sri Muslimatun-Amin Purnama Pasangan Ideal Memajukan Sleman

share on:
Anas Widiarto dan Najib Gisymar || YP-Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim relawan UMKM untuk pemenangan pasangan calon bupati Sleman, Dra Hj Muslimatun-Amin Purnama SH (Mulia), semakit lekat di hati rakyat dari berbagai posisi sosial, termasuk kalangan usahawan.

Paslon Mulia ini memiliki rekam jejak yang baik. Sangat bisa diharapkan sanggup membawa Sleman ke kemajuan yang dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Muslimatun sudah cukup punya pengalaman. Memiliki modal pengalaman lima tahun terakhir sebagai Wakil Bupati Sleman, sering turun ke bawah menyerap aspirasi, mendampingi dan mengatasi problem masyarakat. Bahkan giat melakukan pemberdayaan desa.

“Pemberdayaan desa merupakan kualitatif yang dapat dipenuhi oleh pasangan Mulia,” ujar Anas Widiarto, Relawan UMKM untuk pemenangan Mulia, Selasa (1/12/2020) sore.

Selain berpengalaman, Muslimatun juga menggelontorkan program yang riil berkaitan dengan pemajuan UMKM di Sleman secara cerdas. Satu diantaranya adalah dengan membuka pelatihan pembuatan sabun deterjen. Bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menciptakan otomatisasi.

“Otomatisasi yang kami maksud adalah memberikan modal dan peralatan mesin. Sehingga para peserta pelatihan secara otomatis benar-benar mengaplikasikan ketrampilannya pasca pelatihan,” jelas Anas.

Cara demikian dinilai tidak muluk-muluk. Sederhana, yakni sabun deterjen, tapi outputnya nyata dan positif bagi pemberdayaan masyarakat. Deterjen merupakan kebutuhan riil masyarakat dari semua lapisan, terlebih lagi bagi pelaku usaha warung atau rumah makan. Mereka adalah pangsa pasar yang mengggiurkan. Jika semua desa memiliki semacam home industry sabun deterjen, maka warung-warung dan rumah makan-rumah makan itu akan beralih dari penggunaan deterjen pabrikan. Karena sabun deterjen produk home industry ini lebih murah memiliki kualitas yang bagus.

“Itu baru dari satu bidang usaha. Masih banyak bidang usaha lain yang diprogramkan oleh relawan UMKM Mulia, termasuk pendampingan pemasaran produk usaha tersebut,” urainya didampingi Dr Najib Gisymar SH MHum.

Anas menyatakan, Muslimatun sangat mengesankan karena nguwongke masyarakat. Santun, smart, simpatik.

Hal yang sama bakal dilakukan oleh Amin Purnama SH yang punya basis profesi sebagai praktisi hukum. Program-programnya sangat riil, antara lain pembangunan kesadaran dan pendampingan hukum masyarakat. Ke depan, masyarakat Sleman diniscayakan melek hukum, sehingga cakap bertindak secara hukum dalam menghadapi persoalan hukum.

“Nantinya biro hukum Pemkab benar-benar akan diberdayakan. Bukan sekadar untuk kepentingan pemerintah kabupaten, tetapi untuk masyarakat menyeluruh melalui pendampingan hukum secara gratis di setiap kelurahan,” tutur Najib.

Pendampingan hukum ini juga diberikan kepada UMKM, sehingga saling sinergi. Bagaimana pun juga yang akan dijadikan jualan Sleman adalah sektor usaha, termasuk di dalamnya pariwisata, budaya, pendidikan dan pertanian. Semua terkait, saling menguatkan. Danais yang realisasinya Rp 100 juta untuk setiap desa harus benar-benar didayagunakan untuk pemberdayaan, disamping anggaran lainnya.

“Banyak terobosan atau inovasi yang bakal dilakukan Bu Muslimatun-Mas Amin Purnama. Dua figur ini paling ideal untuk membawa Sleman menuju kemajuan,” pungkas Najib. (Met/Fadholy)

     

 


share on: