STIE Pariwisata API Gelar Kolaborasi Pariwisata dan Sastra

share on:
Juara lomba baca puisi

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pariwisastra adalah salah satu program kerja kolaborasi antara mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta dengan komunitas sastra budaya. Selain menjadi bagian mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), event ini juga dioerientasikan sebagai pendekatan baru dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata terutama desa wisata yang difasilitasi STIE Pariwisata API Yogyakarta.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-saatnya-yogyakarta-peduli-destinasi-wisata-reliji-9547

Demikian benang merah kegiatan Pariwisastra 2023 yang mengusung tema ‘Peran Leadership dalam Sektor Pariwisata sebagai Penyejuk di Era Disupsi’. Kegiatan yang menggabungkan dua unsur yakni pariwisata dengan sastra ini antara lain berisikan lomba cipta baca puisi, seminar, dan talkshow, berlangsung di Kampus STIE Pariwisata API Yogyakarta, Sabtu (28/1/2023) siang.

Dalam sambutan saat membuka Pariwisastra 2023, Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta Susilo Budi Winarno SH MH, menyampaikan perlunya para mahasiswa belajar menginisiasi event yang terkait dunia pariwisata agar kelak mampu membangun jejaring dan menjadi event organizer.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pbb-bantul-salurkan-ratusan-bingkisan-sembako-dan-uang-saku-anak-yatim-9553

“Banyak mahasiswa Stiepar API Yogyakarta yang sudah sukses dan menjadi EO. Bahkan beberapa diantaranya sudah bekerja saat masih magang. Ini akan memperkaya skill dan pengalaman mahasiswa sehingga peluang untuk bekerja semakin terbuka lebar,” tandasnya.

Sedangkan Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang menjadi narasumber menjelaskan pentingnya kepemimpinan di dunia pariwisata terutama desa wisata.

“Banyak desa wisata yang tak bisa berkembang karena lemahnya budaya demokrasi. Selain terlalu terpaku pada seorang tokoh, aspirasi masyarakat juga sulit diakomodasi. Pemimpin yang baik selain berjiwa demokratis antara lain juga memiliki mentalitas pionir, inovatif dan kolaboratif,” jelasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sidang-praperadilan-kuasa-hukum-pemohon-dan-termohon-saling-berkesimpulan-9543

Salah satu desa wisata yang sedang didampingi adalah Desa Wisata Kadisaba (Dewa Saba) Trimulyo Sleman. Di Dewa Saba lahir seorang penyair yakni Linus Suryadi AG, pengarang prosa liris ‘Pengakuan Pariyem’.

Kepada yogyapos.com dosen pengampu mata kuliah MICE Rina Kuswaedani SE mengapresiasi kejelian mahasiswa dalam mengambil tema acara. "Mereka jeli melihat tema yang di dalamnya sudah ada semangat kolaborasi. Kami memang sengaja sedikit memaksa agar para mahasiswa berani menggelar event dengan harapan pemahaman mereka tidak hanya tekstual di kelas tetapi juga kontekstual. Sehingga mereka bisa belajar membangun jaringan,” paparnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-masyarakat-diimbau-waspadai-penipuan-di-akun-medsos-palsu-kai--9548

Menurut Ketua Panitia Pariwisastra 2023, Yudhestio Setiawan, sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa-siswi SMA/SMK se-DIY. "Harapannya generasi milenial bisa meningkatkan kreativitas, imajinasi, ide serta gagasan dalam menumbuhkan kepedulian di sektor pariwisata,” jelasnya. 

Pariwisastra 2023 diawali dengan tarian Sesonderan yang dibawakan mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta, Alfiah Silvianti. Keluar sebagai juara lomba cipta baca puisi adalah Tegar Agung Pandega dari SMAN 2 Bantul dengan puisi berjudul Menjual Lelah Pada Prambanan, Agfri Aziiza Nurrohmah dari SMK Muh Berbah (Berlari Mengejar Impian), Rani Aulia Shafira dari SMK Karya Rini (Bangkit Pariwisataku). 

Juara Harapan diraih Yesa Mariana dari SMAN 1 Dlingo (Wisata Jogja), Yesi Mariana dari SMAN 1 Dlingo (Hutan Pinus), dan Panji Irawan dari SMKN 1 Bantul (Rindu Kepada Alam). Bertindak sebagai juri Wahjudi Djaja SS, MPd (STIE Pariwisata API Yogyakarta, Tedi Kusyairi (Penggerak Literasi Selasa Sastra) dan Lugas Ikhtiar (Penulis). Talkshow menampilkan Hari Purwanto SE (MM UGM Hotel & Convention). (Iud)

 

 


share on: