Yogyapos.com (SLEMAN) - Gunung Merapi dalam status siaga atau level III, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran pada daerah potensi bahaya.
Petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Susanta mengatakan, pada periode pengamatan pada Jumat (09/2/2024) mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, dari hasil pengamatan mengalami 11 kali guguran lava.
BACA JUGA: JCW Apresiasi Kinerja Kejati DIY dalam Menuntaskan Mafia Tanah Kas Desa
“Teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter,” ujar Susanta, Sabtu (10/2/2024).
Secara visual, jelas Susanta, Gunung terlihat jelas, ada kabut 0-II dan kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Sedangkan hasil pengamatan lain, cuaca cerah, berawan, mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat, timur. Suhu udara 17.6 - 28 °C, kelembaban udara 50-99.3 persen, dan tekanan udara 768.3-918.3 mmHg. Volume curah hujan 14 mm per hari.
BACA JUGA: Harweni Puji Hastuti SH, Caleg DPRD DIY Konsen Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui PKK
“Tingkat aktivitas Gunung Merapi pada level III atau siaga,” jelasnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
BACA JUGA: JIS 'Lautan AMIN', Anies Baswedan Siap Hadirkan Negara yang Mencintai Rakyatnya
“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebut dia, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak, hasil pengamatan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
BACA JUGA: Parindo Golden Award 2024 Jadi Lebaran MC se-Indonesia
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” sambungnya.
Gunung Merapi terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki ketinggian 2968 mdpl. (Opo)
