Tersengat Aliran Listrik Saat Mengganti Baliho, Begini Nasib Pria Ini

share on:
Lokasi baliho di Jl. Tempel Turi depan Planet Biru Kromodangsan Lumbungrejo || YP-Dokumen Polsek Tempel

Yogyapos.com (SLEMAN) - Hari Wibowo (52) warga Dusun Ngepos Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel Sleman meninggal dunia diduga tersengat kabel jaringan listrik bertegangan tinggi milik PLN di Jl. Tempel Turi depan Planet Biru Kromodangsan, Lumbungrejo, Selasa (30/7/2024) siang. 

“Kami telah menerima laporan kejadian orang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik pada pukul 14.40 WIB di Jl. Tempel Turi depan Planet Biru Kromodangsan Lumbungrejo,” ujar Kapolsek Tempel Kompol Luki Dariyawan. 

BACA JUGA: Dugaan Pengeroyokan Sopir Ambulan Muhammadiyah Bergulir ke Polresta Sleman

Kompol Luki membeberkan, awalnya korban bersama rekannya Widodo, sekitar pukul 09.00 WIB  bekerja mengganti gambar pada baliho Planet Biru di lokasi kejadian. Sedangkan posisi baliho tepat di bawah jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN, diperkirakan jarak antara baliho dengan kabel listrik sekitar 15 cm. 

“Sekitar pukul 14.40 WIB pekerjaan telah selesai, korban diduga lupa kalau berdekatan dengan kabel tiang listrik bertegangan tinggi sehingga ketika berdiri di atas baliho leher korban menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi,” ungkapnya. 

Akibat sentuhan bagian tubuh tersebut, menimbulkan suara ledakan dan seketika tubuh korban bagian atas terbakar. Korban sempat terjatuh dari baliho ketinggian sekitar 8 meter. 

BACA JUGA: Wabup Bantul Taktis, Tinjau Stand DKP Sekaligus Kampanye Gemar Mengonsumsi Ikan

“Korban mengalami luka bakar pada punggung tangan kanan, lengan kanan, leher kanan dan luka bakar pada kepala sebelah kanan,” tuturnya. 

Hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Polsek Tempel, Inafis Polresta Sleman serta Puskesmas Tempel 1 disimpulkan bahwa luka korban akibat tersengat listrik, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan. 

“Tidak ditemukan tanda akibat kekerasan, pihak keluarga korban menerima dengan ihklas bahwa ini adalah musibah dan keluarga tidak menghendaki dilakukan visum,” sambungnya. (Opo) 

 

 


share on: