Yogyaposm.com (BANTUL) – Menjelang Idul Adha 1446 H, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan perdagangan hewan kurban ke Kabupaten Bantul, Kamis (15/5/2025).
Pemantuan dilakukan di dua lokasi yaitu peternakan milik Rani di Dusun Bintaran Banguntapan dan peternakan Agus di Bawuran Pleret.
BACA JUGA: Bertahap, 923 Jamaah Haji Bantul akan Bertolak ke Tanah Suci
Diketahui, peternakan milik Rani merupakan tempat jual beli hewan kurban yang juga difungsikan sebagai laboratorium Pondok Pesantren Lintang Songo Pager Gunung Piyungan Bantul dalam berlatih bisnis di bidanh pertanian dan peternakan.
"Pemantauan ini mempunyai tujuan pokok yaitu mengupayakan ketersediaan hewan kurban di pasaran. Diharapkan hewan kurban tetap tersedia namun harganya juga normal dan apabila naik juga masih dalam batas kewajaran,” kata Ketua TPID DIY yang juga Asek 2 Pemerintah DIY, Tri Saktiana, di sela memimpin pemantuan. Sedangkan tujuan lainya agar hewan kurban termasuk sapi yang dijualbelikan memenuhi syarat untuk berkurban.
BACA JUGA: Komaruddin Hidayat Ketua Dewan Pers Gantikan Ninik Rahayu
Sementara itu, Asek 2 Bantul, Fenti Yusdhayanti, mengungkapkan pihaknya mengupayakan agar perdagangan hewan kurban dan sembilan bahan pokok (sembako) di Bantul menjelang dan pada Idul Adha 1446 tetap normal dan terkendali.
"Kami berharap perdagangan komoditas itu tetap normal. Jika terjadi inflasi juga masih dalam batas kenormalan,” ungkap Fenti Yusdhayanti.
Pada kesempatan sama, Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo, KH Hery K. MA, menyampaikan bahwa pondok pesantren ini memang sejak beberapa tahun terahir berinovasi di bidang bisnis melalui usaha pertanian dan peternakan. Dikelola oleh para santri dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA: 110 PPAT Bantul Ikuti Pembinaan
"Laboratorium pertanian peternakan kambing bertempat di Pagar Gunung Piyungan. Sedangkan untuk perdagangan sapi di tempat ini,” ungkap Hery.
“Melalui pesantren plus laboratorium ini para santri dan masyarakat umum dapat belajar ilmu ‘fiqih’ alias menjadi sugih (kaya),” sambungnya setengah berseloroh. (Spd)
