Yogyapos.com (BANTUL) - Warga Dusun Wanujoyo Kidul, Srimatrtani, Bantul, Senin (15/9/2025) malam menggelar prosesi bersih desa. Pembukaan kegiatan tradisi ini ditandai dengan serah terima gunungan dari warga kepada Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Ketua Fraksi PKB Kabupaten Bantul Mahmudin SP.
BACA JUGA: Lurah Srimulyo Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum Kapolda Beri Tanggapan
Selanjutnya dilakukan serah terima tokoh wayang Prabu Kresno kepada dalang Ki Gondo Suwarno untuk pentas wayang kulit dengan lakon Kresno Duto. Gununan yang diserah terimakan dinamakan Asmoro Bumi (terbuat dari hasil bumi), Asmoro Bugo (terbuat dari makanan) dan Asmoro Sato (terbuat dari telur ayam).
Antusiasme warga untuk memeroleh bagian dari gunungan || YP-Supardi
Kirab dilakukan oleh warga diiringi bregodo serta musik hadroh maupun jatilan menuju ke depan panggung wayangan. Setelah sampai di depan panggung disemarakan dengan kesenian reog dan hadroh. Setelah itu dilakukan serah terimakan dan dipersilahkan untuk diperubutkan ratusan warga.
BACA JUGA: Tim Gabungan Korem 072/Pmk Ringkus Terduga Pembunuh Tentara di Wonosobo
"Saya dan Pak Mahmudin menyambut baik dan gembira diadakannya bersih dusun ini yang hingga kini memang masih diperlukan karena banyak manfaatnya,” ungkap Bupati.
Bersih dusun diantaranya nuntuk menguatkan golong gilik (kebersamaan), gumregah (semangat) dan sengguh orang mingkuh (tanggung jawab dengan sungguh) bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memajukan wilayahnya.
Pentas wayang kulit lakon 'Kresna Duta' || YP-Supardi
"Hal itu juga diterapkan oleh masyarakat dalam mendukung pembangunan di Bantul. Bidangnya meliputi kesehatan, budaya, pendidikan dan ekonomi yang diharapkan semakin kuat dan maju,” tandasnya.
BACA JUGA: Tabrakan di Jalan Yogya-Wonosari, Seorang Pemotor Meninggal Dunia
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bantul, Mahmudin, menyatakan siap melakukan kerjasama dengan warga melestarikan seni budaya tradisisonal, diantaranya kirab gunungan dan wayangan.
Menurut Lurah Srimartani, Mulyono, tradisi pentas wayang kulit sudah berlangsung sejak lama. Dulu selalu menampilkan Ki Timbul Hadiprayitno. Pentas wayang dalam rangka bersih dusun kali ini merupakan yang ke-18.
Kesenian reog ikut memeriahkan bersih desa || YP-Supardi
"Bersih dusun merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu untuk mewujudkan gemah ripah lohjinawi karta raharja (baldatun toyibatun warobbun ghofur) bagi desa Srimartani khususya dan wilayah lebih luas umumnya,” ungkap Mulyono.
BACA JUGA: Lurah Tegaltirto Ditahan Kejati
Sedangkan lakon Kresna Duta menceritakan bahwa Prabu Kresna diutus oleh para satria Ngamarta untuk meminta kembali Negara Amarta dari tangan Raja Ngastino Prabu Duryudana.
Prabu Duryudana tidak bersedia mengembalikan ke pemiliknya yaitu para Satria Pandawa. Ahirnya terjadi perang agung antara para Satriya Ngastina dengan Pandawa yang akhirnya dimenangkan oleh para Satriya Pandawa. (Spd)
