Yogyapos.com (SLEMAN) - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melanjutkan rangkaian Conference on Media, Communication, and Sociology (COMICOS) 2026 pada hari kedua yang digelar di Indraprasta Ballroom 3 Hotel Sahid Yogyakarta pada Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA: Satpol PP Sleman akan Gelar Operasi Penertiban Jam Operasi Rumah Hiburan
Agenda utama hari kedua meliputi plenary discussion, dilanjutkan sesi presentasi paralel dari para partisipan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda, seperti penulisan jurnal, klinik persiapan studi, program cultural immersion, tour campus, dan ditutup dengan sesi pemberian penghargaan.
BACA JUGA: LAZISKU Berkomitmen pada Program Kampung Zakat
Kegiatan diawali dengan menghadirkan plenary discussion oleh Prof. Anne Gregory PhD (Emeritus Chair of Corporate Communication, Huddersfield Business School, University of Huddersfield) sebagai Keynote Speaker II, bersama tiga plenary speaker, yakni Assoc. Prof Estefanie R. Cortez PhD (Department of Political Economy, College of Political Science & Public Administration, Polytechnic University of the Philippines), Marianne D Sison PhD (Founder and Convenor APPRREN) serta Wahyu Dhyatmika MA, Chief Executive Officer Tempo Digital Indonesia.
BACA JUGA: Silaturahmi Rois, Bupati Harda Kiswaya Berpesan Pererat Ukhuwah Islamiyah
Prof Anne Gregory PhD menekankan masyarakat global saat ini tengah menghadapi fragmentasi sosial yang semakin tajam. “Kita hidup dalam masyarakat yang terbelah dan terus mengalami fragmentasi. Tantangannya adalah bagaimana membangun percakapan yang produktif, saling menghormati, dan mampu memperkuat kohesi sosial,” jelas Anne. Ia juga menambahkan bahwa komunikasi publik dan hubungan masyarakat memiliki peran penting dalam melayani kepentingan bersama di tengah krisis global yang berlapis.
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Catat Rekor Kirim Peserta Terbanyak Olimpicad Muhammadiyah di Makasar
Assoc Prof Estefanie R Cortez PhD turut menyoroti pentingnya pendekatan empatik dalam riset dan pendidikan tinggi untuk merespons persoalan polarisasi dan krisis kepercayaan sosial. Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi berbagai negara menuntut kolaborasi dan pemahaman lintas konteks budaya.
BACA JUGA: Terdakwa Pembakar Tenda Polda DIY Dituntut 1 Tahun Penjara
“Persoalan polarisasi, krisis kepercayaan, dan ketegangan sosial tidak hanya dialami satu negara. Karena itu, pendekatan empatik menjadi kunci dalam riset dan pendidikan,” jelasnya.
BACA JUGA: Jaksa Gagal Hadirkan Saksi Pelapor, Hakim Tunda Sidang Dugaan Pelanggaran Merek
Sementara itu, Dr Marianne D Sison PhD menyampaikan dinamika keberagaman dan identitas budaya dalam masyarakat multikultural. Ia menegaskan bahwa keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan strategis. “Keberagaman perspektif dan latar belakang membuat organisasi lebih efektif. Tantangannya adalah memastikan representasi yang adil di ruang publik,” tegas Marianne.
BACA JUGA: RAT Primkop Kartika B-01 Pamungkas ke-57, Kasipers: Jaga Transparansi dan Akuntabilitas
Plenary discussion hari kedua ditutup oleh Wahyu Dhyatmika MA yang mengulas perubahan ekosistem media akibat dominasi platform digital dan kecerdasan buatan.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Teken MoU Tingkatkan Kapasitas Kompetensi UMKM
Ia menekankan bahwa media perlu bertransformasi dari sekadar penyedia informasi menjadi ruang dialog publik. “Algoritma dan kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Media tidak cukup hanya mengejar trafik, tetapi harus memahami kebutuhan audiens dan membangun dialog yang bermakna,” ujarnya.
BACA JUGA: Praperadilan Tersangka Kredit Fiktif BRI Banguntapan Ditolak karena Sudah Masuk Pokok Perkara
Pada kesempatan tersebut, sejumlah penghargaan diberikan kepada peserta, antara lain The Best Paper General Category (Zhengzhou University), The Best Paper Student Category (Universitas Katolik Soegijapranata), The Farthest Participant (Italy), Best Costume Female Category (Dian Nuswantoro University), Best Costume Male Category (Universitas Pelita Harapan), The Most Enthusiastic Participant Student Category (UAJY), The Most Enthusiastic Participant General Category (LSPR Institute of Communication and Business), The Best Presenter 1 (Aditya Heru Wardhana), dan The Best Presenter 2 (Universitas Mercu Buana).
BACA JUGA: Epstein dan Dunia yang Dikuasai Kegelapan
COMICOS 2026 secara resmi ditutup melalui sambutan oleh Pupung Arifin SSos MSi selaku perwakilan COMICOS. Ia menegaskan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan akademik, tetapi juga wadah untuk membangun jejaring, kolaborasi lintas disiplin, institusi, dan negara.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Berikan Taklimat Peserta Rapim TNI-Polri, Tekankan Profesionalisme dan Persatuan
“Kami berharap para peserta tidak hanya membawa pulang materi, tetapi juga relasi baru, perspektif baru, dan semangat kolaborasi untuk terus memperkuat kohesi sosial melalui komunikasi yang lebih bertanggung jawab dan inklusif,” ujarnya. (*)
