Uji Coba Pemberangkatan Jamaah Umroh, Prioritas Usia 18-50 Tahun

share on:
Salah satu pengelola jasa Umroh memberikan penjelasan kepada calon jamaahnya || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Kementerian Agaman (Kemenag) Bantul mulai melakukan uji coba pemberangkatan bagi para jamaah asal Kabupaten Bantul dalam situasi new nomal. Namun untuk memastikan akan dilanjutkan atau tidak, maka akan segera dilakukan evaluasi.

Hal ini disampaikan Kepala Kemenag Bantul Aidi Johansyah kepada yogyapos.com, Sabtu (7/11/2020). Sejak awal bulan ini memang sudah ada sejumlah jamaah umroh yang berangkat ke Tanah Suci, Mekkah Al Mukaromah.

“Namun untuk memastikan nantinya akan dilanjutkan atau diberhentikan, maka segera ada evaluasi,” katanya.

Evaluasi harus dilakukan dengan maksud untuk pertimbangan dalam mengambil keputusan tentang akan dilanjutkan ataupun diberhentikan uji coba ini. Dalam melakukan evaluasi ini pihaknya juga akan mengundang seluruh Kelompak Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Umroh yang ada di wilayah kerja Kabupaten Bantul. Dengan demikian, maka tentunya para calon jamaah dapat mengetahui kepastiannya.

Sementara itu untuk mengupayakan evaluasi bisa efektif, maka Kantor Kemenag Batul juga akan melakukan kooordinasi dengan Kanwil Kemenag DIY hingga ke Kemenag Pusat. 

“Jadi, para jamaah umroh dihimbau sabar dan menanti menunggu waktu tentang keputusan dari Kemenag dan Pemerintah Saudi. Sekali lagi ini tujuannya agar jamaah tidak beresiko dan justru bisa lebih nyaman,” tambah Johan.

Ketua KBIH ‘Hajar Aswad’ Bantul, H Triono Muhammad Harsono yang dihubungi di kantornya, menyatakan berharap agar para jamaah umroh KBIH ini, waktu pemberangkatannya menunggu keputusan dari Kemenag.

Di KBIH Hajar Aswad terdaftar ratusan calon jamaah yang sudah siap untuk diberangiarkan, tapi mereka harus sabar menanti menunggu keputusan resmi dari Kemenag.

“Berdasarkan pengalaman yang telah terjadi bahwa pemberangkatan jamaah Umroh pada akhir-akhir ini sangat rumit dan menyulitkan KBIH serta para jamaahnya,” kata Triyono.    

Dalam uji coba ini, ada beberapa jamaah umroh yang menyarankan agar para jamaah sabar menanti dalam waktu berangkatannya. Alasannya bahwa berangkat umroh pada akhir September dan awal November 2020 melelahkan karena ketat dengan penegakkan protokoler kesehatan.

Selain itu, kata Triono, jamaah yang diperbolehkan untuk uji coba pemberangkatan hanya yang berumur 18 tahun hingga 5O tahun. Jumlah jamaah umroh KBIH ini ada 135 orang. Namun yang berumur 18 sampai 50 tahun atau boleh beragkat Nopember ini hanya 16 orang. Itu sebabnya KBIH Hajar Aswad terpaksa harus menunda waktu pemberangkatan jamaah umrohnya. (Supardi)

 

 

 

 


share on: