Yogyapos.com (YOGYA) - Sehari setelah ‘diserbu’ demonstran yang berujung perusakan sejumlah fasilitas, Kantor DPRD DIY yang berada di Jalan Maliboro Yogyakarta kembali normal keadaannya. Para anggota dewan maupun karyawan kesekretariatan di sana menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Alhamdulillah pagi ini kami segenap anggota DPRD DIY dan sekretariat sudah beraktivitas normal kembali. Semua agenda kegiatan DPRD tetap berjalan normal, teman-teman komisi sudah berkegiatan di kantor. Bahkan sudah menerima audiensi, tamu dan aktivitas lain,” ujar Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, Jumat (9/9/2020).
Tentang demonstrasi kemarin, Huda menyatakan menyayangkan karena mengandung anarkhi dan tidak murni penyampaian aspirasi. Itu sangat merugikan warga DIY juga perjuangan rekan-rekan pekerja yang menyuarakan penolakan UU Ciptakerja secara murni. “Saat kekerasan berlangsung, rekan-rekan serikat pekerja bertemu saya dan menyayangkan kerusuhan itu. Karena mengaburkan kemurnian tuntutan mereka. Jadi tidak ada yang diuntungkan dengan anarkhi, hanya pihak tidak bertanggung jawab saja yang senang anarkhi,” jelas politisi PKS ini.
Diungkapkan, demo yang diwarnai kerusuhan seperti kemarin meskipun mungkin sudah lama direncanakan oleh aktor intelektualnya ternyata tidak berefek signifikan dengan warga DIY. Bahkan kantor DPRD DIY yang jadi sasaran saja hari ini sudah aktivitas normal kembali. “Upaya anarkhi tidak laku di Yogya karena tidak sesuai dengan karakter masyarakat Yogyakarta,” tegasnya. .
Hanya tiga puluh menit sejak demo berakhir warga DIY sudah bergotong royong membersihkan dan merapikan kompleks DPRD. Ada sahabat-sahabat Ojol berbagi, TRC, Relawan Yogya, Kepolisian, rekan rekan TNI dan banyak lagi. “Kalau siangnya DPRD penuh pendemo ternyata malamnya penuh relawan yang bergotong royong,” tukasnya.
Huda menyatakan optimis, ternyata upaya mengacaukan Yogyakarta sangat mudah dipatahkan oleh semangat gotong royong warga. Anarki tidak akan menang melawan gotong royong warga DIY. Saat ini pun Malioboro sepenuhnya aman, seperti biasa, tetapi tetap harus memenuhi protokol kesehatan tentunya.
“Kami atas nama Pimpinan DPRD DIY mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga DIY juga pada rekan rekan TNI Polri yang telah mengamankan aksi kemarin,” ujar Huda.
Dia menambahkan bahwa memang kerusakan sengaja dipusatkan di gedung DPRD DIY oleh rekan-rekan aparat untuk menghindari kerusakan luas di Malioboro dan Yogyakarta, ini strategi yang sangat jitu. Semua kerusakan tersebut sedang didata dan segera diperbaiki, termasuk beberapa warung yang terbakar akan kita upayakan.
“Kami berkomunikasi dengan forkompinda siang ini. Kami yakin insya Allah Yogyakarta tetap aman kondusif. Aksi kemarin tidak akan menimbulkan efek negatif kecuali bagi pelaku anarkis sendiri,” pungkasnya. (Dwijo Suyono)
