Yogyapos.com (YOGYA) – Usai menjalani Siraman, prosesi Dhaup Ageng Pakualaman terus berlanjut. Pada Selasa (9/1/2023) calon pengantin pria dan calon pengantin wanita menjalani prosesi Tantingan, Midodareni dan Tuguran.
Selain para sahabat dan kerabat dari calon pengantin, Wakil Presiden Maruf Amin serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga hadir di Istana Pura Pakualaman guna memberikan ucapan selamat kepada para calon pengantin. Sejumlah sumber mengatakan, kehadiran Wapres di Istana Pura Paku Alaman tidak berlangsung lama. Beberapa saat usai singgah di Pura Pakualaman , Wapres kemudian berpamitan.
BACA JUGA: Debat Capres, Dr Mukhijab MA: Dari Saling Melirik, Serangan ke Prabowo dan Pembelaan Presiden
Panitia Dhaup Ageng Pakualaman Nyi Mas Tumenggung Sestrorukmi menjelaskan, prosesi Tantingan dilaksanakan merupakan upaya peneguhan niat kepada calon pengantin pria maupun pengantin wanita. Prosesi ini dilakukan pada waktu yang sama tetapi lokasinya berbeda.
“Untuk pengantin pria dilaksanakan di gedung Pracimosono, sedangkan pengantin Perempuan dilaksanakan di Kepatihan,” ujar Sestrorukmi kepada sejumlah awak media di ruang Media Centre, beberapa saat usai prosesi.
Ma'ruf Amin meakukan perbincangan dengan keluarga mempelai didampingi Sri Sutan HB X || YP-Dok.Humas PA
Ditambahkan Sestrorukmi, prosesi tantingan pengantin pria dilakukan oleh KGPAA Paku Alam X kepada pengantin pria, sedangkan tantingan untuk pengantin putri dilakukan oleh dr.Tri Prabowo .
BACA JUGA: Tujuh Catatan Debat Capres, Akhirnya Anies dan Ganjar Mengeroyok Prabowo
Adapun busana yang dikenakan untuk calon pengantin adik motif ‘Indra Widagdo Trajutresno’ yang bermakna anugerah cinta dari Maha Pengasih. Melalui busana ini diharapkan nantinya calon pengantin dapat menebarkan cinta kasih.
Usai menjalani prosesi Tantingan, calon pengantin kemudian menjalani prosesi Midodareni. Dalam waktu ini dipercaya para bidadari akan turun akan turun di kamar calon pengantin putri untuk memberikan doa dan restu. Untuk itu, guna menyambut hadirnya para bidadari tersebut, tepat tengah malam sekira pukul 24.00 WIB dilakukan prosesi bakar merang ketan hitam
Dalam prosesi Midodarenui ini juga digelar acara Tilik Nitik. Para kerabat, orang tua maupun sahabatr dari calon pengantin pria maupun pengantin wanita mendatangi calon pengantin guna menyaksikan bahwa semua calon pengantin berada dalam kondisi sehat wal afiat.
BACA JUGA: Gus Hilmy Muhammad Sambangi Bupati Bantul, Ada Apa?
“Sudah menjadi tradisi, dalam acara Tilik Nitik ini para tamu, kerabat maupun sahabat dari para calon pengantin membicarakan semua hal yang positip serta memberikan motivasi kepada para calon pengantin guna membangun rasa opitimis kepada para pengantin sehingga memancarkan aura yang sangat cantik,” ujar Sestrorukmi.
Proesi Midodareni dikahiri dengan acara “Tuguran”. Dalam prosesi ini calon pengantin menikmati masa lajang terakhir bersama kerabat dan teman baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah.
Diharapkan, dalam acara Tuguran ini calon pengantin dapat saling bertukar pengalaman antara dengan para tamu, sehingga mereka dapat menjalani acara ijab qabul dengan kemantaban hati. (Sulistyawan Ds)
