Warga Pucung Girisubo Gelar Tradisi Rasulan 2022

share on:
Persiapan warga jelang Tradisi Rasulan di Kalurahan Pucung || YP-Ist

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Tradisi rasulan yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas panen yang melimpah akan kembali digelar di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo Gunung Kidul. Tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sejak dulu kala itu dimaksudkan untuk memohon keselamatan seluruh warga sekaligus meneguhkan niat untuk bersih desa agar warga golong gilig dalam membangun dan meningkatkan kehidupannya.

Demikian perbincangan yogyapos.com dengan Lurah Pucung Estu Dwiyono SPd di sela-sela mengikuti rapat di PUPESDM Yogyakarta Kamis 30/6/2022. Lebih jauh disampaikan, tradisi rasulan akan dilaksanakan pada 7 Juli melibatkan lima dusun yakni Traju, Karang Tengah, Bengle, Pakelkopek, dan Pucung. Karena melibatkan lima dusun yang menyatu maka disebut Panca Tunggal. Pelaksanaannya menjadi satu dan dipusatkan di area Balai Kalurahan Pucung. Menurut rencana Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan Yogyakarta juga akan terlibat dalam kirab rasulan tersebut.

Sedangkan di Dusun Wotawati, satu-satunya dusun yang terletak di lembah Bengawan Solo Purba, tradisi itu digelar 14 Juli 2022. Seperti diketahui, oleh UNESCO kawasan ini ditetapkan sebagai Geopark Gunung Sewu Network pada 2015 saat dilangsungkan Konferensi Asia Pasific Global Network di Jepang.

“Pelaksanaan tradisi rasulan Panca Tunggal akan dimulai pada 6 Juli 2022. Antara lain diisi dengan kegiatan kerja bakti, pembuatan ancak suci serta turnamen  sepakbola Panca Tunggal Cup, dan pementasan seni tradisi ketoprak,” jelasnya.

Terkait ancak suci, Estu menjelaskan merupakan sarana atau media yang terbuat dari janur untuk persembahan atau sesaji yang nanti diletakkan di punden atau tempat-tempat yang dianggap suci.

Terkait pembiayaan Tradisi Rasulan, imbuh Estu, warga masyarakat melakukan iuran dalam jumlah tertentu, besarannya tergantung dengan lamanya rangkaian acara dan jumlah serta jenis hiburan yang akan ditampilkan. “Khusus tahun 2022 ini Kalurahan Pucung khususnya di lima padukuhan Panca Tunggal, mendapatkan bantuan dari Dinas Kebudayaan Kab Gunungkidul sebesar Rp 16 juta,” tandasnya.

Adapun bentuk kegiatannya, setiap rumah akan mempersembahkan ambengan atau tumpeng untuk didoakan (genduri) bersama-sama di balai padukuhan. Setelah itu kemudian akan dilanjutkan dengan berbagai macam hiburan dan pertunjukan.

Besar harapan warga, selain sebagai wujud syukur atas hasil panen tahun sebelumnya, dengan dilaksanakan rasulan ini diharapkan panen tahun yang akan datang akan lebih meningkat lagi, dan masyarakat selalu dalam keadaan ayem, tata, titi tentrem.

Pada 7 Juli 2022, Estu menambahkan, tradisi rasulan akan menampilkan pentas karawitan putri, Kirab Gunungan, Ikrar Ambengan, pentas jatilan Turangga Satriya Mudha, pertandingan sepak bola dan wayang kulit.

Terkait dengan perayaan tradisi rasulan, Wahjudi Djaja, dari Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY menyampaikan pentingnya menempatkan tradisi sebagai pilar utama penggerak perekonomian Kalurahan Pucung.

“Jika pariwisata dijadikan lokomotif pembangunan maka tradisi merupakan ruh yang tak bisa ditinggalkan. Karakter pariwisata Yogyakarta adalah berbasis budaya. Maka apa yang dimiliki dan ada dalam kehidupan masyarakat Pucung merupakan potensi penting pariwisata. Tradisi ini tidak saja harus ditumbuhkembangkan tetapi juga harus direvitalisasi dengan benar dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai subjek dan pemilik kebudayaan,” jelasnya.

Tradisi rasulan di Kalurahan Pucung juga dilaksanakan di tingakat padukuhan, sehingga masing-masing padukuhan memiliki jadwal pelaksanaan yang berbeda-beda sesuai dengan petunjuk dari ‘juru kunci’ Padukuhan.

Sedangkan Kepala Dukuh Wotawati, Robby Sugihastanto, menyebutkan perayaan rasulan akan dilaksanakan pada 14 Juli 2022. “Selain merupakan ungkapan rasa syukur selepas panen, rasulan menjadi tradisi yang tak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Wotawati,” pungkasnya.

Rangkaian acara rasulan di Dusun Wotawati antara lain tanggl 13 Juli 2022 digelar bola voly dan bulutangkis. Sedangkan tanggal 14 Juli 2022 digelar tradisi teledek (tayub), bola voly dan pergelaran wayang kulit bersama dalang Ki Barjo. (Iud)

 

 


share on: