Yogyapos.com (BANTUL) - Potensi bambu sebagai bahan baku ekonomi krearif belum banyak dipahami masyarakat. Dengan sentuhan seni dan kreativitas, bambu bisa dikelola menjadi komoditas yang menguntungkan. Seperti yang dijalankan masyarakat Kalurahan Muntuk, Dlingo Bantul. Secara turun-temurun mereka memberdayakan potensi bambu menjadi beragam hasil kerajinan.
Sebagian besar hidup warga Muntuk sebagai perajin bambu. Sejak ratusan tahun lalu bambu menjadi bagian budaya mereka secara lahir batin. Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan bambu yang begitu dominan dalam kehidupan masyarakat Muntuk, mereka memiliki upacara adat Grebeg Bambu.
BACA JUGA: Selamatkan Tradisi Lisan, Kasagama Gelar Lokarya Bersama BPK X Yogyakarta
Rangkaian upacara adat Grebeg Bambu tahun ini akan digelar mulai 29 September sampai 1 Oktober 2023, bertempat di Pintoe Langit Dahromo Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul. Tema yang diangkat Lord of The Pring.
Grebeg Bambu diawali dengan pasar rakyat dan UMKM serta pentas jathilan kreasi pada 29 September 2023 mulai jam 09.00 WIB. Hari berikutnya digelar berbagai pertunjukan seni tradisi seperti jathilan klasik, parade dolanan rakyat, gejog lesung, hadroh, rodat dan karawitan.
Kegiatan tamu live in belajar anyaman bambu di Muntuk || YP-Wahjudi Djaja
Pada puncak acara, 1 Oktober 2023, akan digelar Karnaval Fashion Bambu yang terdiri atas 12 bregada potensi padukuhan seperti Bregada Fashion Bambu, peragaan busana berbahan bambu, Gunungan Kerajinan Bambu, Kenthong Rampak, Gejog Lesung, Bregada Bambu, dan sebagainya. Karnaval akan diakhiri dengan display peserta di venue utama yaitu di destinasi wisata Pintoe Langit Dahromo. Usai karnaval, akan dilangsungkan kenduri ageng dan kembul bujana.
Ketua Panitia Lord of The Pring, Riyanto, mengatakan kegiatan ini bisa disaksikan secara gratis. “Kami juga menyiapkan berbagai paket wisata bagi yang ingin menikmati potensi desa Muntuk yang luar biasa. Ada paket wisata edukasi, wisata live-in, camping dan glamping. Bagi yang tertarik paket wisata ini bisa segera menghubungi 0822 1022 6826, sebelum kehabisan tempat,” jelasnya.
BACA JUGA: Ditandai Kirab Atsar Rasulullah, Peringatan Maulid di Plosokuning Berlangsung Sakral
Lurah Muntuk Marsudi menyampaikan, selain upacara adat grebeg bambu, potensi budaya dan wisata Kalurahan Muntuk sangat banyak dan unik. “Dari Puncak Becici sampai Lintang Sewu, dari kerajinan bambu sampai batik ecoprint, kuliner ndeso yang khas Muntuk, berbagai seni tradisi yang masih lestari, maupun berbagai upacara adat yang unik, menarik sekaligus penuh makna filosofis,” tandasnya.
Marsudi mempersilahkan masyarakat luas untuk membuktikannya sendiri dengan datang ke Muntuk menyaksikan Lord of The Pring. “Untuk menuju Muntuk, masyarakat bisa lewat jalur Pathuk, Terong, Puncak Becici, Pintoe Langit atau lewat Imogiri, Pinus Asri Mangunan, Lintang Sewu, Pintoe Langit,” pungkasnya. (Iud)
