Yogyapos.com (SLEMAN) - Unsur kebudayaan yang dimiliki Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman tak kalah dibandingkan dengan kelurahan lain. Selain beragam juga berkarakter sejarah terkait keberadaan makam Kyai Wirajamba. Kali Gagak Suro juga pernah menjadi kancah peperangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Potensi sejarah budaya itu harus dikelola agar lebih bermanfaat.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkal-sidomulyo-godean-siap-gelar-haul-pangeran-diponegoro-9102
Demikian pesan Lurah Sidomulyo Rustho Busono kepada Pengurus Kalurahan Budaya yang baru saja terbentuk di Aula Kalurahan Sidomulyo, Rabu malam (28/12/2022). Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan semangat dan kerjasama dalam mengelola dan mengembangkannya bagi kemaslahatan bersama.
“Kita harus berjuang dan maju bersama agar kalurahan kita bisa memiliki kebudayaan yang berkarakter. Hormati dan dukung pengurus yang baru saja terbentuk, angkat keberadaan makam Eyang Kyai Wirajamba yang merupakan tokoh sejarah agar kita dapatkan berkah,” tandasnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kadispar-sleman-arahkan-pengentasan-kemiskinan-melalui-desa-wisata-8680
Sebelumnya Carik Sidomulyo, Wisnu Kumorojati, SKom menyampaikan di Sleman ada 19 Rintisan Desa Budaya. “Lima diantaranya telah menjadi Desa Mandiri Budaya. Mari kita bersama dan bergotong royong agar Sidomulyo juga bisa menjadi Desa Mandiri Budaya. Dari situ kita bisa mengakses dana keistimewaan untuk pembangunan dan pengembangan kebudayaan di Sidomulyo,” harapnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kapolsek-godean-dukung-pengembangan-budaya-di-sidomulyo-8796
Sementara itu Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) selaku fasilitator dan narasumber menyanyangkan bahwa Sidomulyo yang memiliki potensi sejarah dan kebudayaan yang sedemikian unik dan lengkap belum memiliki pengurus Kalurahan Budaya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bumkal-sido-makmur-harus-jeli-dan-berani-ambil-peluang-bisnis-9226
“Tak ada kata terlambat untuk maju. Mari kita bersama-sama memanfatkan momentum ini untuk memberdayakan dan mengelola potensi sejarah dan budaya yang ada di Sidomulyo. Sesuai Pergub No 36 Tahun 2020, kita memang harus memiliki lembaga yang sah dengan program yang jelas. Kita harus berlari karena momentum dan peluang masih terbuka lebar,” tandasnya.
Musyawarah pembentukan Pengurus Harian Kalurahan Budaya Sidomulyo || YP-Wahjudi Djaja
Pengurus Harian Kalurahan Budaya Sidomulyo antara lain terdiri atas Masrokhim Imam (Ketua), Grenda Prakoso (Sekretaris) dan Agustinus Misdianto (Bendahara). Seksi yang dibentuk adalah Adat dan Tradisi, Kesenian, Kerajinan, Kuliner, Bahasa Sastra dan Aksara, Permainan Tradisional, Penataan Ruang, Warisan Budaya, serta Publikasi dan Dokumentasi.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dua-dusun-di-sidomulyo-jadi-target-proyek-pamsimas--4617
Pengembangan kebudayaan merujuk pada UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Perdais No 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan dalam konteks keistimewaan Yogyakarta. Ketugasan pengurus antara lain memelihara, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan yang ada di masing-masing wilayah.
Hadir dalam musyawarah pembentukan Pengurus Harian Kalurahan Sidomulyo antara lain perangkat kalurahan, para kepala dukuh, Ketua RT, Direktur BUMKal Sido Makmur, Pokdarwis Mulyo Asri, dan para tokoh seni budaya. (Iud)
