Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejumlah dusun di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel Sleman mengalami kekeringan, hal ini sebagai dampak penghentian aliran air Selokan Mataram sekaligus efek fenomena elnino.
Air Selokan Mataram akan dihentikan selama satu bulan, lantaran dalam tahap pemeliharaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
BACA JUGA: GM Burza Hotel Yogya Ditahan, Diduga Terlibat Kasus Kredit Fiktif Rp 1,5 Miliar
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan dampak kekeringan, sejauh ini telah ada permintaan untuk droping air untuk 3 dusun di wilayah Banyurejo.
“Ada tiga dusun mengalami kekeringan sebagai dampak penghentian aliran air Selokan Mataram sekaligus efek fenomena elnino, yakni Dusun Plambongan, Tangisan dan Jambeyan,” kata Makwan kepada yogyapos.com, Kamis (5/10/2023).
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan memasang sejumlah Hidran Umum (HU) atau bak penampung air yang didatangkan dari DIY Balai Prasarana Permukiman Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (BP2W DIY).
“Kami datangkan hidran umum dipinjami dari BP2W DIY sebanyak 10 unit dan disiagakan 1 unit truk tangki, hari ini dilakukan pemasangan HU,” jelas dia.
Pendistribusian HU disesuaikan dengan kebutuhan warga, untuk di Dusun Plambongan dipasang 1 HU, di Tangisan 4 HU dan Jambeyan sebanyak 5 HU.
BACA JUGA: Surprise di HUT ke-78 TNI, Korem 072/Pmk Terima Tumpeng dari Polda DIY
“Besok akan dilakukan droping air sebanyak 3 tangki dari BBWSSO,” imbuh Makwan.
Sebelumnya Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, perbaikan Selokan Mataram dilakukan di sejumlah titik untuk menekan tingkat kebocoran sehingga dilakukan penghentian aliran air sementara waktu.
“Selokan Mataram itu kan penting sehingga perlu perhatian, untuk mengurangi kebocoran dan meningkatkan tingkat efisiensi pemanfaatan air maka dilakukan pemeliharaan dan perbaikan,” kata Beny. (Opo)
