Polisi Periksa Penyedia MBG yang Diduga Penyebab Keracunan Ratusan Siswa

share on:
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Polresta Sleman memeriksa penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi pemicu keracunan massal murid dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kapanewon Mlati.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di wilayah Mlati.

BACA JUGA: Dari GREAT Lecture, Fadli Zon: Indonesia Perlu Menemukan Kembali Identitasnya

"SPPG-nya berada di wilayah Mlati, baru diklarifikasi," ujar Edy disela menghadiri kegiatan di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (14/8/2025).

Edy menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan MBG untuk menghentikan sementara pengiriman ke tiga sekolah yang terimbas.

"Sejak kemarin kita telah berkoordinasi dengan MBG, untuk operasional khusus di tiga sekolah SMP, tapi untuk (tingkat) SD, tetap," jelasnya.

BACA JUGA: PN Sleman Kabulkan Praperadilan, Advokat Chrisna Harimurti Apresiasi

Diungkapkan, jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dapur SPPG tersebut dalam kondisi steril, maka izinkan untuk beroperasi kembali, sesuai kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Yusuf Prasetyo || YP-Eko Purwono

“Kalau kita hasil penyelidikan, kalau dari BGN melakukan pengecekan lagi dan ternyata steril,  membolehkan ya silakan. Tapi kalau seandainya tidak, itu kewenangan BGN untuk mencabut atau tidak,” ungkapnya.

BACA JUGA: PN Yogya akan Lelang Tanah & Bangunan di Pilahan, Termohon Desak Pembatalan

Dikatakan, sejumlah sampel makanan yang diduga pemicu keracunan telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim Inafis Polresta Sleman. Sampel yang diambil dari sisa makanan serta muntahan dari siswa yang diduga terkontaminasi.

"Sudah diperiksa kemarin, diambil uji, sekarang lagi diperiksa sama Dinas Kesehatan dan laboratorium kita. Nanti kita tunggu hasilnya di (Laboratorium forensik) Semarang,” sambungnya.

Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium  sehingga belum bisa memastikan sumbernya.

"Kita belum tahu hasilnya, karena dalam menu (MBG) ada sayur rawon, buah, ada sayuran, dan lain-lain,"cetusnya.

Menurutnya, informasi terakhir yang didapatkan masih ada 19 orang yang menjalani perawatan di RSUD Sleman dan 3 orang di RSA UGM di Kronggahan.

"Kondisi baik, mungkin hari ini sudah ada yang pulang,"ungkapnya.

BACA JUGA: Danrem Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Panen Raya Padi di Kebumen

Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf. Yusuf Prasetyo menambahkan, terkait MBG, pihaknya sebatas membantu program nasional melalui BGN dalam pendistribusian dan pengawasan

"Ke depan akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Saat ini telah dilakukan komunikasi dengan BGN maupun Pemerintah Kabupaten Sleman," imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, terdapat 178 siswa yang bergejala dan membutuhkan penanganan medis itu berasal dari tiga sekolah tingkat SMP di wilayah Mlati. (Opo)

 

 

 

 

 

 


share on: