Pemkab Sleman Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Angin Kencang

share on:
Bupati Kustini berdialog langsung dengan para warga yang terdampak hujan dan angin kencang di wilayah Kapanewon Minggir, Minggu (7/1/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pemkab Sleman menyerahkan bantuan logistik kepada para korban bencana angin kencang yang terjadi di wilayah Kapanewon Minggir, Minggu (7/1/2023).

Bantuan langsung diserahkan oleh Bupati Kustini yang sekaligus meninjau korban dengan didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Mustadi dan Panewu Minggir Djoko Muljianto.

BACA JUGA: Sudirman Said Terima Kesaksian dan Manifesto Gerakan Rakyat Jawa Tengah

Penyerahan bantuan logistik kepada para korban tersebut, sebagai tindak lanjut dukungan penanganan darurat kejadian bencana angin kencang yang melanda Kapanewon Minggir pada 3 hingga 5 Januari 2024.

Kustini mengajak masyarakat bersama Ketua RT maupun RW, Dukyh,Tokoh Masyarakat, Lurah dan para relawan setempat untuk gotong royong membenahi genteng dan atap rumah yang rusak. 

BACA JUGA: Terjadi di Banguntapan, Kasus Pemuda Menyelinap di Kamar Kos Perempuan Berakhir Damai

Dalam kegiatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan logistik berupa 25 paket yang di tribusikan kepada korban yang belum mebdapatkan bantuan dari Dinas Sosial dan DPBD Sleman. Ia juga meninjau di tiga lokasi korban bencana angin kencang di Panti Asuhan Darul Takwa Dalangan Kalurahan Sendangsari, Padukuhan Jonggrangan, Sendangmulyo, dan Padukuhan Sendangagung.

“Saya minta panewu dan jajarannya dapat segera mendata ulang pohon besar yang berpotensi roboh dekat rumah/bangunan maupun dekat jaringan listrik, untuk segera dilakukan mitigasi dengan penebangan cabang atau penebangan pohon,” ujar Kustini.

BACA JUGA: Yuli Suryanto: Setiap Lima Tahun Terjadi Proses Pembodohan Rakyat

Menurut data BPBD Sleman, terdapat 125 titik lokasi pohon tumbang di Kapanewon Minggir yang sudah terkondisi semua. Beberapa rumah terdampak pohon tumbang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp185 juta.

Panewu Minggir Djoko Muljanto mengatakan, data asesmen kerugian dan biaya perbaikan bangunan sedang disusun dan dilengkapi di tingkat kelurahan, dan akan segera dikirim ke BPPD Sleman untuk diajukan bantuan ke Baznas Sleman. Ia juga menyampaikan pada masyarakat untuk menginventarisasi potensi.bahaya pohon tumbang dan rawan tumbang.Mana yang perku ditebang mana yang perlu dipangkas.

“Pohon yang rawan ini nanti dengan kearifan lokal dapat dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan korban dan dampak kerugian bagi masyarakat,” ungkapnya

BACA JUGA: Seorang Juru Rawat Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Rumah Sakit

Semenatara itu BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan, 229 kejadian bencana angin kencang pada periode 3 hingga 5 Januari 2024 melanda wilayah Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan takaran kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp275,81 juta. Sedangkan jumlah kejadian paling banyak di Kapanewon Minggir sebanyak 151 kejadian.

Sebelumnya Dinas Sosial dan BPBD Sleman juga memberikan bantuan logistik keoada para kirban bencana. (*/Agn)


share on: