Korban Gantung Diri di Pogung, Polisi Memastikan Tak Ada Penganiayaan

share on:
TKP (kamar paling kanan) seorang mahasiswa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah kamar kos || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kepolisian Resort Sleman memastikan penyebab kematian seorang mahasiswa bernama Abra AS (20) di kamar kos di Pogung Baru Sinduadi Mlati Sleman, murni lantaran gantung diri.

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Edy Widaryanta mengatakan hasil visum luar dari tenaga medis RSUP Dr Sardjito menunjukkan ditubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan atau pun tanda tanda kekerasan lain.

BACA JUGA: Akhmad Syaikhu Instruksikan Seluruh Kadernya Menangkan Anies Baswedan-Muhaimin di Pilpres 2024

“Hasil visum luar dari tenaga medis RSUP Dr Sardjito menyebutkan murni karena ciri-ciri meninggal dunia akibat gantung diri,” kata Edy, Minggu (17/9/2023).

Dibeberkan, korban tercatat  sebagai mahasiswa berasal dari Tangerang. Terungkapnya kasus ini pada Sabtu (16/9/2023) pukul 13.00 WIB. Bermula dari suara berisik dari kamar kos korban, lalu salah satu teman kosnya datang mencoba memanggil manggil korban namun tidak ada jawaban.

BACA JUGA: KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Bansos Beras Kemensos

"Pukul 16.30 WIB penjaga kos mengecek kamar korban dan memanggil-manggil tidak ada jawaban, karena ditelpon oleh Ibu korban dari Tangerang .

Pukul 18 00 WIB saksi berusaha membuka pintu tapi terganjal tubuh korban yang ternyata gantung diri di pintu, kemudian minta pisau untuk memotong,” ujarnya.

BACA JUGA: Pasca Dideklarasikan PKS, Anies: Koalisi Makin Solid Mengusung Misi Perubahan

Usai mendapatkan informasi, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian, dipimpin Kapolsek Mlati Kompol Martinus Griavinto Sakti. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan sejumlah barang bukti, antara lain sabuk pinggang warna hitam dengan panjang sekitar 2 meter.

“Atas kejadian ini pihak keluarga sudah sepakat mengikhlaskan, mengenai motifnya masih kita dalami,” imbuh dia. (Opo)

 

 

 


share on: